Sunday, November 4, 2018

Upacara Adat Naik Dango Dayak Kanayatn Kalimantan Barat

Apa itu Upacara Adat Naik Dango?

Upacara Adat Naik Dango naik dango adalah upacara syukuran atas berhasilnya panen masyarakat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat. Upacara Adat Naik Dango ini dilaksanakan dalam wujud kegembiraan dan doa mengharap hasil panen yang lebih baik dan melimpah untuk penen selanjutnya.

Kapan upacara adat Naik Dango dilaksanakan?

Upacara adat Naik Dango dilaksanakan setelah masyarakat Dayak Kanayatn selesai melakukan panen raya (panen besar), yaitu sekitar tanggal 27 sampai 30 April tiap tahunnya berdasarkan kalender masehi.

Dimana dan siapa saja yang terlibat dalam Upacara Adat Naik Dango?

Upacara Adat Naik Dango dahulunya diadakan di beberapa kecamatan secara bergiliran di daerah Kabupaten Landak. Namun berdasarkan musyawarah adat, akhirnya kegiatan ini dilakukan dibeberapa kecamatan dalam tiga kabupaten secara bergiliran. Hal ini melihat antusiasme masyarakat dan untuk menjaga keberlangsungan adat istiadat agar lebih dikenal masyarakat secara luas.
Upacara Adat Naik Dango diikuti oleh 3 Kebupaten yang masih mempunyai kesamaan adat dan budaya di Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Landak (sebagai pusat kebudayaan Kanayatn), Kabupaten Mempawah (dulunya Kabupaten Pontianak), Kabupaten Kubu Raya (pecahan dari kabupaten Pontianak sebelum menjadi Kabupaten Mempawah).

naik dango dayak kanayatn

Bagaimana Prosesi Upacara Adat Naik Dango?

Upacara Adat Naik Dango di awali dengan manimakng padi (menimang padi) yang akan dinaikkan ke dango (lumbung padi khas Dayak Kanayatn). Padi pertama dipanen ditimang seperti menimang bayi dengan dinyanyikan lagu Amboyo (Ambo=menimang dan Yo=anak kecil atau bayi) dan diiringi oleh tabuhan musik tradisional Dayak Kanayatn.

Padi biasanya diantar oleh beberapa Dayakng (dayang perempuan) kepada Penyangahatn (pembaca mantra) lalu dinyanyikan lagu Amboyo dan dimantrai agar sumangat (semangat) padi tidak lari atau Ruh padi dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat. Setelah selesai padi ditimang dan dimantrai, barulah padi dinaikkan ke dalam Dango. Setelah sampai di dalam dango padi dimantrai lagi kemudian diletakkan di tempat khusus sebagai bibit pemanggil semangat padi yang akan ditanam pada musik ladang selanjutnya.

Apa saja rangkaian acara dalam Upacara Adat Naik Dango?

Setelah upacara menaikkan padi ke dalam Dango, acara selanjutnya adalah mengantat panompo atau mengantar hasil panen dari masing-masing kecamatan yang mengikuti Upacara Adat Naik Dango dari tiga Kabupaten. Saat mengantar hasil penen ini biasanya ada atraksi berupa tari sambil membawa hasil panen yang dinilai oleh juri untuk menyemangati kontingen beraksi.

Rangkaian acara selanjutnya adalah hiburan berupa lomba kesenian tradisional, yang terdiri dari lomba Tari kreasi Dayak Kanayatn, tari Jubata (tari persembahan), Tari Pilanuk (tari berburu), Manugal (menugal ladang dan mengisi lubang tugal dengan padi), Nutuk Basingkalu (menumbuk padi dalam lesung), Manampi Seak (menampi beras), Barenyah (vokal), Tutur, Basolekng (bermain suling) dan perlombaan kesenian lainnya.

Selain lomba kesenian tradisonal digelar juga lomba olah raga tradisional seperti Pangka Gasikng (adu gasing), Enggrang, Menyumpit (sumpit),  Mantes (ketapel), dan lain sebagainya. Lomab kesenian dan olah raga tradisional ini diadakan untuk melestarikan aset seni budaya Kanayatn yang ada hingga sekarang.

Suasana Sekitar Upacara Adat Naik Dango

Untuk masalah makan dan minum pengunjung juga bisa menikmati hidangan pada beberapa warung tenda yang banyak berdiri disekitar lokasi Upacara Adat Naik Dango. Disitu tersedia menu tradisonal sampai yang modern. Malam harinya biasanya digelar kesenian Jonggan atau musik tradisonal Dayak Kanayatn. Dalam kesenian ini ada sistem sawer dan pengunjung yang ingin bernyanyi terlebih dahulu harus membeli tiket, sehingga penyanyi dari pengunjung tidak bisa naik sembarangan. Joget antara lelaki dan perempuan pun masih ada jarak untuk menghindari hal-hal negatif (masih dalam batas kewajaran).

Oh ya hampir lupa, malam hari juga banyak di sediakan lapak hiburan dari lomba ketangkasan berhadiah dan permainan lainnya. Jadi kalau masalah hiburan jangan khawatir, anda dijamin betah dan bisa menikmati rangkaian acara dalam Upacara Adat Naik Dango secara gratis. Tinggal pilih sesuai selera.

Bagaimana dengan pengunjungnya?

Kalau bicara masalah pengunjung dijamin jalan menuju lokasi Upacara Adat Naik Dango padat merayap. Artinya pengunjungnya membludak, karena selain pengunjungnya daerah setempat, dihadiri juga oleh pengunjung daerah lain (kabupaten sekitarnya) dan ada juga pengunjung yang datang dari Malaysia, Brunei, Singapore, dan negara tetangga lainnya.

Kalau bicara pesta adat, saya yakin Upacara Adat Naik Dango termasuk upacara adat yang masih memegang kekentalan budaya lokal. Tinggal kinerja pemerintah dan masyarakat untuk tetap mempertahankan upacara ini ke arah yang lebih baik agar tetap lestari dengan segala kekayaan nilai luhur yang terkandung didalamnya. Budaya Bumi Adat Lestari.
Baca selengkapnya

Sunday, August 26, 2018

Workshop Seni Musik Sape Taman Budaya Kalbar

Sekilas Tentang Sape

Sape atau sapeq adalah alat musik tradisional yang berasal dari masyarakat Dayak Kayaan di Kalimantan Barat yang mendiami daerah pinggiran sungai Kayaan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Alat musik ini termasuk alat musik petik dengan bentuk memanjang dengan sumber bunyi dawai. Teknik permainannya dengan cara dipetik menggunakan jari kanan, sementara jari kiri menekan dawai pada kolom nada. Sementara pemain musik kidal memainkan sape sebaliknya. Cara memetik juga bisa menggunakan pick atau alat bantu yang bagian ujungnya agak lancip yang terbuat dari plastik.

workshop musik sape

workshop musik sape

workshop musik sape

Lagu Tradisi Sape Kayaan Mendalam

Sape mempunyai beberapa lagu tradisi (tabuh tradisi) yang kebanyakan dibawakan 2 orang yang membawakan melodi dan rhytm yang berfungsi mengiring tari tradisi. Adapun beberapa lagu tradisi untuk mengiring tari tersebut seperti Datun Julut, Tubun Situn, dan Sapako, dan lain sebagainya. Beberapa musik tradisi tersebut digunakan juga untuk mengiring lagu tradisi (vokal tradisi), seperti Talima, Dayung, Nimai, dan lain sebagainya. Sisanya digunakan untuk mengiring lagu pada beberapa acara adat dan ritual masyarakat Dayak Kayaan Kalimantan Barat.

workshop musik sape

workshop musik sape

Sape Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Sape dimasukkan dalam Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2017 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dengan predikat tersebut, sape beserta musik tradisi yang melekat pada sape tersebut dianggap sebagai kekayaan budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat pemiliknya. Selain itu segala keunikan alat musik dan tabuhan tradisi sape dianggap dapat mencerminkan nafas hidup masyarakat Dayak. Artinya sape adalah identitas sebuah budaya yang mencirikan Kalimantan secara umum.

workshop musik sape

workshop musik sape

Peminat Musik Sape

Sekarang peminat musik sape telah tumbuh dibeberapa daerah Kalimantan Barat. Tingkat ketertarikan masyarakat cukup besar kepada alat musik ini. Disamping itu karya musikal menggunakan sape semakin banyak bermunculan. Peminatnya dimulai dari pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, dan masyarakat umum dari semua golongan. Selain itu beberapa lomba kreatifitas sape banyak dilaksanakan, baik oleh pihak swasta atau pemerintah. Hal ini tidak terlepas dari kinerja para pelaku kesenian sape dan penggiat budaya daerah untuk mengangkat, memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengembangkan musik tersebut sesuai perkembangan intelektualitas dan kreatifitas kekinian, sehingga seni musik sape terus berkembang kearah yang lebih baik.

workshop musik sape

workshop musik sape

Peminat musik sape cukup banyak di Kalimantan Barat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta Workshop Seni Musik Sape yang mendaftar. Peserta yang mendaftar sebanyak 40 peserta dalam durasi waktu satu minggu dimulai dari tanggal 8 Agustus dan ditutup pada tanggal 15 Agustus 2018. Rencana pendaftaran ditutup pada tanggal 20 Agustus 2018, namun karena peserta yang mendaftar telah melebihi kuota, akhirnya pendaftaran ditutup 5 hari sebelumnya. Kendala yang timbul adalah terbatasnya kuota peserta Workshop Seni Musik Sape yang disesuaikan dengan anggaran yang terbatas, yaitu sebanyak 40 (empat puluh) orang peserta. Sementara pendaftar yang masuk sebanyak 58 orang. Akhirnya pihak pelaksana mengadakan seleksi sesuai tingkat pendidikan, yaitu kuota untuk SMA, Mahasiswa, dan Umum. Selain itu kuota peserta juga dilakukan seleksi berdasarkan daerah agar dapat tersebar secara merata dan dapat mewakili daerah Kabupaten Kota se Kalimantan Barat. Semoga kedepannya kuota peserta Workshop Seni Musik Sape dan anggaran dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan saat pelaksanaan.

workshop musik sape

workshop musik sape

Fenomena Perkembangan Sape

Fenomena perkembangan akan melahirkan permasalahan tersendiri. Banyak pemain sape bisa bermain bagus, namun minim pengetahuan pada aspek tradisinya. Artinya banyak yang bisa memainkan musik sape namun tidak memahami sape itu sendiri, termasuk cara pendekatan terhadap alat musik tersebut, baik itu latar belakang sejarah, budaya, teknik permainan yang benar berdasarkan kerangka tradisinya. Akhirnya kebanyakan orang hanya bisa memainkan, namun belum memahami sape secara mendalam. Oleh karena itu, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat tergerak mengadakan workshop seni musik sape. Tujuannya agar peminat sape mengerti terhadap alat musik tersebut dan memahaminya sesuai latar belakang budaya masyarakat pemiliknya. Diharapkan penggiat musik sape memahami latar belakang budaya dan teknik permainan sape secara baik dan benar. Hal ini dilakukan dengan maksud agar segala hal yang terkait dan terkandung dalam seni musik sape, termasuk nilai luhur adat dan tradisi suatu masyarakat dapat terus terjaga sebagai ciri khas masyarakat Dayak Kayaan secara khusus dan Dayak Kalimantan Barat secara umum.

workshop musik sape

workshop musik sape

Target Materi

Target materi workshop seni musik sape adalah pengenalan secara mendalam melalui pendekatan estetis terhadap alat musik sape. Selain itu sasaran dari pelaksanaan workshop seni musik sape dapat memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang teknik permainan sape. Dengan begini kerangka pelestarian (menjaga, mengembangkan, dan memfungsikan) dapat dicapai dengan tepat sasaran secara efektif. Diharapkan proses berkesenian ini dapat memberikan kesadaran kearah yang lebih baik sesauai cita-cita luhur masyarakat Kalimantan Barat. Semoga pelaksanaan selanjutnya dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan kuota peserta yang semakin banyak yang harus disesuaikan dengan peningkatan anggaran kegiatan ini. Akhir kata, semoga apa yang dilakukan dapat bermanfaat dan berguna bagi perkembanagan kesenian daerah Kalimantan Barat.

workshop musik sape
Baca selengkapnya

Monday, August 20, 2018

Spot Indah Danau Laet

Danau Lait adalah wadah dan periuk harapan. Danau Lait adalah hamparan ilusi bidadari akan keindahan kasih Ilahi. Itulah prolog singkat untuk menggambarkan keindahan danau Lait. Sebuah altar keindahan alam yang tersembunyi ditengah canda hutan Kalimantan dan kicau rindu burung-burung di sana. sebuah keindahan alami yang belum terjamah banyak orang. Dia menyimpan ceritanya sendiri yang akan disuguhkan dalam segelas kopi senja hari kepada siapa saja yang berkunjung ke sana.

danau lait

Danau Lait mempunyai luas sekitar 800 Ha yang merupakan danau tadah hujan. Berada di Dusun Kedokok, Desa Subah, Kec. Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Yang namanya danau luas dan tak jauh dari hutan Kalimantan Barat, sudah pasti indah dan banyak menyimpan kekayaan hewani untuk di konsumsi. Disana terdapat banyak ikan air tawar, seperti ikan Toman, Gabus, BIawan, Betok dan lain sebagainya untuk dikonsumsi. Jadi anda bisa demo memasak jenis ikan-ikanan disana. Anggap saja jadi koki handal dadakan sekaligus menambah perbendaharaan acara anda ketika mengunjungi Danau Lait. Jangan lupa mancing kalau ke danau tersebut, hasilnya bisa dinikmati dengan enak dan gratis.

danau lait

Perjalanan menuju Danau Lait ini hanya berjarak sekitar 80 KM dari kota Pontianak, atau sekitar satu jam perjalanan darat dari Kota Pontianak. Akses ke danau Lait bisa ditempuh dengan motor atau mobil dengan kondisi jalan bagus. Paling hanya jalan masuk menuju lokasi saja yang ahar menantang. Sampai di danau Lait anda bisa rehat dengan menyewa tempat atau rumah penduduk dengan harga bersahabat. Oh ya... jangan lupa naik sampan untuk berkeliling menikmati pemandangan indah. Disana juga banyak penyewaan perahu motor dengan harga yang juga murah.

danau lait

Danau Lait ini pernah dipakai shotong film Tanah Surga. Jadi kalau penasaran dengan pemandangannya, datang saja ke Danau Lait dan rasakan sensasi keindahannya. Yang jelas danau Lait masih menyembunyikan spot indah yang belum banyak diketahui wisatawan. Jadi anda perlu eksplorre termpat tersebut dan harus lebih banyak berkeliling agar bisa lebih akrab dengan keindahan alamnya. Pokoknya, danau Lait akan menyuguhkan petualangan dengan keindahannya sendiri. Itulah sebuah tempat tersembunyi dengan sebuah cerita petualangan jiwa-jiwa yang rindu akan kebebasan.

danau lait

Kami masih duduk di sini, di danau ini dengan segelas kopi. Kami tunggu kehadiran anda dengan cerita petualangan berbeda, yang selalu menarik untuk kita ceritakan kembali kepada jiwa-jiwa petualang lainnya. Jadi kapan ke Danau Lait? Tertarik? hubungi kami.
danau lait
Baca selengkapnya

Sunday, August 19, 2018

Peserta Workshop Seni Musik Sape

Workshop Seni Musik Sape adalah salah satu tugas fungsional Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat dalam melestarikan kesenian tradisional daerah Kalimantan Barat. Kinerja Pelestarian itu meliputi menjaga dan merawat, mengembangkan, serta memfungsikan kesenian musik Sape berbasis intelektualitas dan kreatifitas pelaku dan pecintanya.

pelatihan musik sape

Selain itu konservasi seni budaya yang dilakukan mengarah kepada pengembangan kesenian daerah dengan tidak menghilangkan nilai dan ciri khas yang terkandung dalamnya. Diharapkan melalui workshop seni musik Sape akan tumbuh kesadaran insan seni untuk mempertahankan budayanya, sekaligus dapat memberi dukungan terhadap perkembangan pendidikan seni budaya Kalimantan Barat kearah yang lebih baik. Berikut nama peserta yang masuk dalam seleksi Workshop Seni Musik Sape Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat,

workshop seni musik sape

Program Kegiatan

Program : Workshop Seni Musik Sape (Borneo World Musik Instruments)
Pelaksana : Unit Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
Tanggal Pelaksanaan : 23 sampai 25 Agustus 2018
Tempat Pelaksanaan : Hotel Merpati Jl. Imam Bonjol No.111, Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Pontianak, Kalimantan Barat 78122
Fasilitas : Sertifikat, Modul Pembelajaran musik Sape, Uang Transportasi Dalam Kota, Konsumsi, Penginapan 3 Hari.



Info Program

- Ferdinan, S.Sn. (Mbah Dinan) 0811 566 886
- Yuni Syahroni (O'on) 0821 4859 9174
Demikian informasi resmi Worksho Seni Musik Sape ini dipublikasikan untuk dapat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya. Akhir kata diucapkan terima kasih. Salam Budaya.
Baca selengkapnya

Tuesday, August 7, 2018

Pelatihan Musik Sape

Pelatihan Musik Sape adalah salah satu tugas fungsional Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat dalam melestarikan kesenian tradisional daerah Kalimantan Barat. Kinerja Pelestarian itu meliputi menjaga dan merawat, mengembangkan, serta memfungsikan kesenian musik Sape berbasis intelektualitas dan kreatifitas pelaku dan pecintanya.

pelatihan musik sape

Konservasi seni budaya yang dilakukan mengarah kepada pengembangan kesenian daerah sesuai tuntutan dan perkembangan zaman dengan tidak menghilangkan nilai dan ciri khas yang terkandung dalamnya. Diharapkan melalui pelatihan musik Sape akan tumbuh kesadaran insan seni untuk mempertahankan budayanya, sekaligus dapat memberi dukungan terhadap perkembangan pendidikan seni budaya Kalimantan Barat kearah yang lebih baik dan maju.

pelatihan sape

Program Kegiatan

Program : Pelatihan Musik Sape (World Musik Instruments)
Pelaksana : Unit Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
Tanggal Pelaksanaan : 23 sampai 25 Agustus 2018
Tempat Pelaksanaan : Hotel Merpati Jl. Imam Bonjol No.111, Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Pontianak, Kalimantan Barat 78122
Fasilitas : Sertifikat, Modul Pembelajaran musik Sape, Uang Transportasi Dalam Kota, Konsumsi, Penginapan 3 Hari.
Baca sampai habis biar anda faham peraturannya. Link download formulir sape ada di bagian bawah. Terima kasih

Persyaratan Pendaftaran Pelatihan Sape

- Diutamakan yang belum pernah mendapat pelatihan dari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
- Peserta pelatihan Sape diambil 10 orang dari siswa SMA dan sederajat, 20 orang perwakilan sanggar dan umum
- Diutamakan sudah menguasai teknik petik dasar untuk alat musik petik apa saja (sudah bisa memainkan dasar Musik Sape)
- Memiliki Sape pribadi untuk dibawa pada pelatihan (panitia tidak menyediakan Sape)
- Mengikuti Tata Tertib dan Peraturan Panitia

Ketentuan Pendaftaran

Download formulir pendaftaran pelatihan Sape pada link di bawah ini
Silahkan diserahkan langsung ke Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat a/n: Ferdinan, S.Sn.
Formulir juga bisa diambil langsung di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
Silahkan diisi sesuai data yang diperlukan (tertulis pada formulir pendaftaran)
Pendaftaran dibuka setiap hari dari jam 10.00 WIB sampai 16.00 WIB,
Pelayanan pendaftaran hanya berlaku pada pada jam kerja
Istirahan kerja pada jam isoma (istirahat, sholat, makan)
Tidak melayani pendaftaran diluar jam kerja
Silahkan telpon langsung via nomor hp atau via whats up untuk kejelasan informasi
Peserta 30 orang dan pendaftaran akan ditutup setelah peserta memenuhi kuota

Info Program

- Ferdinan, S.Sn. (Mbah Dinan) 0811 566 886
- Yuni Syahroni (O'on) 0821 4859 9174


Demikian informasi resmi Pelatihan Musik Sape ini dipublikasikan untuk dapat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya oleh pihak pelaksana dan peserta. Akhir kata diucapkan terima kasih. Salam Budaya.
Baca selengkapnya

Tuesday, July 17, 2018

Pelatihan Kledi dan Sape

Pelatihan Kledi dan Sape adalah salah satu tugas fungsional Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat dalam melestarikan kesenian tradisional daerah Kalimantan Barat. Kinerja Pelestarian itu meliputi menjaga dan merawat, mengembangkan, serta memfungsikan kesenian musik Kledi dan Sape berbasis intelektualitas dan kreatifitas pelaku dan pecinta kesenian tersebut.

pelatihan kledi dan sape

Konservasi seni budaya yang dilakukan mengarah kepada pengembangan kesenian daerah sesuai tuntutan dan perkembangan zaman dengan tidak menghilangkan nilai dan ciri khas yang terkandung dalam kesenian Kledi dan Sape. Merujuk pada tujuan tersebut, maka perlu adanya usaha pelestarian yang sekaligus berfungsi sebagai filterisasi terhadap peradaban kekinian. Diharapkan melalui pelatihan Kledi dan Sape akan menumbuhkan kesadaran insan seni untuk mempertahankan budayanya. Pelaksanaan pelatihan Kledi dan Sape ini juga bertujuan untuk memberi dukungan terhadap perkembangan pendidikan seni budaya Kalimantan Barat kearah yang lebih baik dan maju.

pelatihan kledi dan sape

Program Kegiatan

Program : Pelatihan Musik Kledi dan Sape (World Musik Instruments)
Pelaksana : Unit Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
Tanggal Pelaksanaan : 9 sampai 11 Agustus 2018
Tempat Pelaksanaan : Hotel Merpati Jl. Imam Bonjol No.111, Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Pontianak, Kalimantan Barat 78122
Fasilitas : Sertifikat, Modul Pembelajaran Kledi dan Sape, Uang Transportasi Dalam Kota, Konsumsi, Penginapan 3 Hari

Persyaratan Pendaftaran Pelatihan Kledi

- Diutamakan yang belum pernah mendapat pelatihan dari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
- Peserta pelatihan Kledi diambil 10 orang dari siswa SMA dan sederajat, serta 10 orang perwakilan sanggar dan umum
- Diutamakan sudah menguasai teknik tiup dasar untuk alat musik tiup apa saja (sudah bisa meniup), baik berupa suling dan lainnya
- Alat musik Kledi disediakan panitia pelaksana
- Mengikuti Tata Tertib dan Peraturan Panitia

Persyaratan Pendaftaran Pelatihan Sape

- Diutamakan yang belum pernah mendapat pelatihan dari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
- Peserta pelatihan Sape diambil 10 orang dari siswa SMA dan sederajat, serta 10 orang perwakilan sanggar dan umum
- Diutamakan sudah menguasai teknik petik dasar untuk alat musik petik apa saja (sudah bisa memainkan dasar Musik Sape), baik berupa suling dan lainnya
- Memiliki Sape pribadi untuk dibawa pada pelatihan (panitia tidak menyediakan Sape)
- Mengikuti Tata Tertib dan Peraturan Panitia

Ketentuan Pendaftaran

Download formulir pendaftaran pelatihan Kledi dan Sape pada link di bawah ini
Silahkan diserahkan langsung ke Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat a/n: Ferdinan, S.Sn.
Formulir juga bisa diambil langsung diambil langsung di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat
Silahkan diisi sesuai data yang diperlukan (tertulis pada formulir pendaftaran)
Pendaftaran dibuka dari Senin sampai Jum'at jam 10.00 WIB sampai 16.00 WIB
Pelayanan pendaftaran hanya berlaku pada pada jam kerja
Istirahan kerja pada jam isoma (istirahat, sholat, makan)
Tidak melayani pendaftaran diluar jam kerja
Silahkan telpon langsung via nomor hp atau via whats up untuk kejelasan informasi
Peserta terbatas dan pendaftaran akan ditutup setelah peserta memenuhi kuota

Info Program

- Ferdinan, S.Sn. (Mbah Dinan) 0811 566 886
- Yuni Syahroni (O'on) 0821 4859 9174



Demikian informasi resmi Pelatihan Kledi dan Sape ini dipublikasikan untuk dapat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya oleh pihak pelaksana dan peserta. Akhir kata diucapkan terima kasih. Salam Budaya.
Baca selengkapnya

Friday, July 13, 2018

Kerajinan Manik Dayak Kalbar

Kerajinan manik adalah kerajinan merangkai manik menjadi suatu perhiasan sebagai pelengkap busana atau hiasan tambahan. Kerajinan manik Dayak sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Dayak Kalimantan Barat. Salah satunya adalah kerajinan manik dari Dayak Taman di daerah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Kerajinan manik ini mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri dilihat dari bentuk, corak atau ragam hiasan motif yang melekat pada manik tersebut. Selain itu warnanya juga terlihat cerah, sehingga enak dilihat mata. Pokoknya ngejreng dan indah. Cocok untuk menemani penampilan anda yang cantik dan elegan.

Kerajinan manik Dayak Kalbar ini biasanya dikerjakan oleh ibu-ibu. Namun sebagian anak-anak perempuan Dayak juga diajarkan membuat manik untuk menambah pengetahuan dan mengisi waktu luang mereka. Oh ya... hampir lupa, bentuk kerajinan manik dayak ini berupa kalung, gelang, tas wanita, dompet, sarung mandau, topi khas Dayak, peci Dayak, taplak meja, baju, sampai pada sarung dan aksesoris lainnya. Anda juga bisa memesan desain khusus sesuai keinginan, karena manik tidak hanya untuk wanita, maun ada juga hiasan untuk laki-laki, kecil maupun dewasa. Banyak bentuk, banyak warna, dan banyak pilihan sesuai selera. Pokoknya dijamin indah, unik, dan cocok untuk dikoleksi. Tertarik? silahkan hubungi kami.
manik dayak

Manik Dayak sekarang tidak hanya berkembang dikalangan masyarakat Dayak Taman saja, namun juga berkembang di beberapa suku atau subsuku Dayak dibelahan Borneo Barat. Penggunaannya bukan hanya sebagai tambahan hiasan, bahkan beberapa diantara motif tersebut mengandung filosofi kehidupan masyarakat pembuatnya. Artinya selain mengandung nilai keindahan dan keunikan, manik Dayak juga mengandung filosofi keihidupan yang berkaitan dengan adat dan kepercayaan masyarakat Dayak itu sendiri.

manik dayak

Pembuatan manik dayak cukup rumit dan bisa memakan waktu lama. Apalagi kalau kita memesan motif khusus dalam bentuk gambar besar. Belum lagi ketika motif itu mengandung kerumitan bentuk. Biasanya pembuatan manik ini bisa memakan waktu beberapa hari, seminggu, bahkan bisa sampai beberapa bulan baru jadi. Tergantung besar dan tingkat kerumitan dari bahan yang ingin dibuat. Makanya wajar kalau harganya juga agak mahal, karena harga itu akan sesuai dengan keindahan, kerumitan, dan filosofi yang terkandung dalam manik tersebut.
Tidak ada kata mahal untuk suatu karya seni, karena kamu tidak dapat membeli kindahan itu menggunakan uang. Dia hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang berjiwa besar dan mencintai kaindahan itu sendiri.

manik dayak

Baca selengkapnya

Thursday, July 5, 2018

Pekan Gawai Dayak 2018

Pekan Gawai Dayak adalah pesta seni budaya Dayak terbesar yang digelar setiap tahun menyedot ribuat pengunjung. Gawai tahun 2018 ini dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat Dayak Kalimantan Barat, termasuk perwakilan masyarakat Adat Dayak Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, termasuk juga perwakilan dan komunitas masyarakat Adat Dayak dari Sarawak Malaysia, Jakarta, Brunei, bahkan dihadiri oleh perwakilan Suku Bangsa Aborigin Australia. Masyarakat lokal, dari daerah atau provinsi lain diluar Kalbar, dan pengunjung dari manca negara berdatangan menyaksikan event terbesar seni budaya Dayak Kalimantan Barat yang dikemas dalam event tahunan, Pekan Gawai Dayak, di Pontianak, Kalimantan Barat dari tanggal 20 sampai 24 Mei 2019.

gawai dayak 2018

Pekan Gawai Dayak ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Kalimantan Barat atas hasil panen yang berlimpah kepada Sang Maha Pencipta. Namun Gawai Dayak yang dilakukan di Pontianak lebih kepada Pesta Seni Budaya Dayak untuk Pelestarian dan promosi kebudayaan. Gawai Adat Dayak yang dilaksanakan setiap tanggal 20 Mei mempunyai latar belakang sejarah panjang. Awalnya Gubernur Kadarusno yang menjabat tahun 1972 s/d 1977 ingin mempersatukan gawai-gawai yang dilaksanakan masyarakat Dayak di daerahnya masing-masing di Kalimantan Barat, dengan pertimbangan efektifitas waktu, materi, dan tenaga, beliau ingin mempersatukan gawai tersebut pada satu tempat dan waktu. Cita-cita itu baru terwujud tahun 1986, yaitu gawai pertama yang diprakarsai oleh Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (sekberkesda) Kalimantan Barat di Pontianak. Saat itu ditetapkanlah tanggal 20 Mei sebagai tanggal pelaksanaan dan terus dilaksanakan pada tanggal yang sama setiap tahunnya. Tujuannya untuk mempersatukan masyarakat Dayak dalam event seni budaya dengan satu semangat untuk bangkit dan bersatu dalam ikatan persaudaraan, sekaligus memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Adat Dayak. Gawai Dayak yang digelar di Pontianak akhirnya terus dilakukan setiap tanggal 20 Mei dan terus diprakarsai oleh Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalimantan Barat di Pontianak hingga sekarang.

gawai dayak 2018
Dokumentasi : Hendrikus Landung

Penggagas Gawai Dayak

Pekan Gawai Dayak dapat dikatakan perayaan seni budaya Dayak terbesar di jagad Kalimantan Barat, bahkan dapat dikatakan acara perayaan seni budaya Dayak terbesar di Indonesia. Sejarah terwujudnya Pesta Akbar Gawai Dayak ini tidak dapat dilepaskan dari tiga orang penggagas, yaitu Moses Nyawath Elmoswath, Sebastian Massardi Kaphat, dan Joseph Odillo Oendoen yang sampai sekarang masih eksis berkesenian dan menjabat sebagai ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak Kalimantan Barat di Pontianak. Terakhir Joseph Odillo Oendoen mendapat penghargaan sebagai budayawan Dayak Kalimantan Barat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tahun 2017. Dari ide ketiga orang ini akhirnya Gawai Dayak dapat terwujud dan dapat dirasakan manfaatnya hingga sekarang. Tiga orang ini menjadi tonggak sejarah Gawai Dayak. Mungkin nama ketiganya tidak tidak santer terdengar ditelinga masyarakat umum, kaum budayawan, bahkan orang-orang yang berkecimpung di dunia kesenian Dayak sekalipun, namun kita perlu juga berterima kasih dan memberi penghormatan atas jasa ketiga orang tersebut, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya, termasuk pahlawan kesenian yang telah berjasa untuk pelestarian seni budaya di daerahnya masing-masing.

gawai dayak 2018
Sumber foto : Pedoman Wisata

Pekan Gawai Dayak telah masuk dalam kalender pariwisata daerah melalui Dinas Pariwisata yang sekarang tergabung dalam Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat. Selanjutnya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan dengan memasukkan Pekan Gawai Dayak sebagai “Warisan Budaya Tak Benda” pada tahun 2017. Dengan pencapaian ini semua, masyarakat Adat Dayak boleh sedikit berbangga dan merasa bahagia, namun kerja masih panjang. Pekan Gawai Dayak ini perlu terus berbenah untuk mencapai hasil yang lebih baik kedepannya. Inilah yang harus diwariskan kepada anak cucu mereka untuk mengenal dan mencintai budaya Dayak sebagai budaya ibu dan salah satu pembentuk kebudayaan nasional.

gawai dayak 2018
Sumber foto : Pedoman Wisata

Pekan Gawai Dayak ke XXXIII ini di ikuti oleh seluruh kabupaten kota di Kalimantan Barat. Berbagai lomba dan eksebisi kesenian ditampilkan dalam perhelatan ini. Mulai dari sumpit, gasing, memahat, menganyam manik, musik sape, tari Dayak kreasi, bujang dara, tato motif dayak, dan lain sebagainya. Selain itu ada juga stan warung makan khas Dayak, stan kerajinan khas Dayak, baju adat dan senjata tradisional, dan banyak lagi stan lainnya yang juga meramaikan Gawai Dayak 2018. Berbagai benda antik, unik, dan manarik sebagai hiasan dijajarkan untuk dijual. Tidak ketinggalan sistem informasi kebudayaan Dayak melengkapi perhelatan akbar Gawai Dayak tahun ini di Pontianak. Masih banyak lagi stan hiburan dan umum yang memeriahkan Gawai Dayak 2018 ini, jadi sudah pasti kegiatannya sarat dengan seni budaya yang mendidik, menghibur, dan pengunjung bisa membuka mata untuk mengenal Dayak lebih dekat melalui Pesta Akbar Seni Budaya Dayak.

gawai dayak 2018
Sumber foto : Eljohn News

Kayaknya susah ngomongin keseruan, kemeriahan, dan keunikan seni budaya Dayak pada perhelatan akbar Pekan Gawai Dayak tahun 2018 yang sekarang digelar selama 4 hari berturut-turut. Mending kalian datang dan saksikan sendiri, agar bisa merasakan sensasi dan evoria kemeriahan serta kemegahan seni budaya di Gawai Dayak ini. Lalu, jangan lupa ceritakan kepada kami opini anda mengenai Pekan Gawai Dayak. Kami menunggu sambil ngopi disudut ruang wacana. Karena kami sadar, kata-kata tidak bisa mengurai ceita sesungguhnya.
Sumber foto utama Hendrikus Landung
Baca selengkapnya