Sunday, November 4, 2018

Upacara Adat Naik Dango Dayak Kanayatn Kalimantan Barat

Apa itu Upacara Adat Naik Dango?

Upacara Adat Naik Dango naik dango adalah upacara syukuran atas berhasilnya panen masyarakat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat. Upacara Adat Naik Dango ini dilaksanakan dalam wujud kegembiraan dan doa mengharap hasil panen yang lebih baik dan melimpah untuk penen selanjutnya.

Kapan upacara adat Naik Dango dilaksanakan?

Upacara adat Naik Dango dilaksanakan setelah masyarakat Dayak Kanayatn selesai melakukan panen raya (panen besar), yaitu sekitar tanggal 27 sampai 30 April tiap tahunnya berdasarkan kalender masehi.

Dimana dan siapa saja yang terlibat dalam Upacara Adat Naik Dango?

Upacara Adat Naik Dango dahulunya diadakan di beberapa kecamatan secara bergiliran di daerah Kabupaten Landak. Namun berdasarkan musyawarah adat, akhirnya kegiatan ini dilakukan dibeberapa kecamatan dalam tiga kabupaten secara bergiliran. Hal ini melihat antusiasme masyarakat dan untuk menjaga keberlangsungan adat istiadat agar lebih dikenal masyarakat secara luas.
Upacara Adat Naik Dango diikuti oleh 3 Kebupaten yang masih mempunyai kesamaan adat dan budaya di Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Landak (sebagai pusat kebudayaan Kanayatn), Kabupaten Mempawah (dulunya Kabupaten Pontianak), Kabupaten Kubu Raya (pecahan dari kabupaten Pontianak sebelum menjadi Kabupaten Mempawah).

naik dango dayak kanayatn

Bagaimana Prosesi Upacara Adat Naik Dango?

Upacara Adat Naik Dango di awali dengan manimakng padi (menimang padi) yang akan dinaikkan ke dango (lumbung padi khas Dayak Kanayatn). Padi pertama dipanen ditimang seperti menimang bayi dengan dinyanyikan lagu Amboyo (Ambo=menimang dan Yo=anak kecil atau bayi) dan diiringi oleh tabuhan musik tradisional Dayak Kanayatn.

Padi biasanya diantar oleh beberapa Dayakng (dayang perempuan) kepada Penyangahatn (pembaca mantra) lalu dinyanyikan lagu Amboyo dan dimantrai agar sumangat (semangat) padi tidak lari atau Ruh padi dapat tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat. Setelah selesai padi ditimang dan dimantrai, barulah padi dinaikkan ke dalam Dango. Setelah sampai di dalam dango padi dimantrai lagi kemudian diletakkan di tempat khusus sebagai bibit pemanggil semangat padi yang akan ditanam pada musik ladang selanjutnya.

Apa saja rangkaian acara dalam Upacara Adat Naik Dango?

Setelah upacara menaikkan padi ke dalam Dango, acara selanjutnya adalah mengantat panompo atau mengantar hasil panen dari masing-masing kecamatan yang mengikuti Upacara Adat Naik Dango dari tiga Kabupaten. Saat mengantar hasil penen ini biasanya ada atraksi berupa tari sambil membawa hasil panen yang dinilai oleh juri untuk menyemangati kontingen beraksi.

Rangkaian acara selanjutnya adalah hiburan berupa lomba kesenian tradisional, yang terdiri dari lomba Tari kreasi Dayak Kanayatn, tari Jubata (tari persembahan), Tari Pilanuk (tari berburu), Manugal (menugal ladang dan mengisi lubang tugal dengan padi), Nutuk Basingkalu (menumbuk padi dalam lesung), Manampi Seak (menampi beras), Barenyah (vokal), Tutur, Basolekng (bermain suling) dan perlombaan kesenian lainnya.

Selain lomba kesenian tradisonal digelar juga lomba olah raga tradisional seperti Pangka Gasikng (adu gasing), Enggrang, Menyumpit (sumpit),  Mantes (ketapel), dan lain sebagainya. Lomab kesenian dan olah raga tradisional ini diadakan untuk melestarikan aset seni budaya Kanayatn yang ada hingga sekarang.

Suasana Sekitar Upacara Adat Naik Dango

Untuk masalah makan dan minum pengunjung juga bisa menikmati hidangan pada beberapa warung tenda yang banyak berdiri disekitar lokasi Upacara Adat Naik Dango. Disitu tersedia menu tradisonal sampai yang modern. Malam harinya biasanya digelar kesenian Jonggan atau musik tradisonal Dayak Kanayatn. Dalam kesenian ini ada sistem sawer dan pengunjung yang ingin bernyanyi terlebih dahulu harus membeli tiket, sehingga penyanyi dari pengunjung tidak bisa naik sembarangan. Joget antara lelaki dan perempuan pun masih ada jarak untuk menghindari hal-hal negatif (masih dalam batas kewajaran).

Oh ya hampir lupa, malam hari juga banyak di sediakan lapak hiburan dari lomba ketangkasan berhadiah dan permainan lainnya. Jadi kalau masalah hiburan jangan khawatir, anda dijamin betah dan bisa menikmati rangkaian acara dalam Upacara Adat Naik Dango secara gratis. Tinggal pilih sesuai selera.

Bagaimana dengan pengunjungnya?

Kalau bicara masalah pengunjung dijamin jalan menuju lokasi Upacara Adat Naik Dango padat merayap. Artinya pengunjungnya membludak, karena selain pengunjungnya daerah setempat, dihadiri juga oleh pengunjung daerah lain (kabupaten sekitarnya) dan ada juga pengunjung yang datang dari Malaysia, Brunei, Singapore, dan negara tetangga lainnya.

Kalau bicara pesta adat, saya yakin Upacara Adat Naik Dango termasuk upacara adat yang masih memegang kekentalan budaya lokal. Tinggal kinerja pemerintah dan masyarakat untuk tetap mempertahankan upacara ini ke arah yang lebih baik agar tetap lestari dengan segala kekayaan nilai luhur yang terkandung didalamnya. Budaya Bumi Adat Lestari.

Bagikan

Jangan lewatkan

Upacara Adat Naik Dango Dayak Kanayatn Kalimantan Barat
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.