Media informasi seni budaya Kalimantan Barat

Workshop Seni Musik Sape Taman Budaya Kalbar

Sekilas Tentang Sape

Sape atau sapeq adalah alat musik tradisional yang berasal dari masyarakat Dayak Kayaan di Kalimantan Barat yang mendiami daerah pinggiran sungai Kayaan Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Alat musik ini termasuk alat musik petik dengan bentuk memanjang dengan sumber bunyi dawai. Teknik permainannya dengan cara dipetik menggunakan jari kanan, sementara jari kiri menekan dawai pada kolom nada. Sementara pemain musik kidal memainkan sape sebaliknya. Cara memetik juga bisa menggunakan pick atau alat bantu yang bagian ujungnya agak lancip yang terbuat dari plastik.





Lagu Tradisi Sape Kayaan Mendalam

Sape mempunyai beberapa lagu tradisi (tabuh tradisi) yang kebanyakan dibawakan 2 orang yang membawakan melodi dan rhytm yang berfungsi mengiring tari tradisi. Adapun beberapa lagu tradisi untuk mengiring tari tersebut seperti Datun Julut, Tubun Situn, dan Sapako, dan lain sebagainya. Beberapa musik tradisi tersebut digunakan juga untuk mengiring lagu tradisi (vokal tradisi), seperti Talima, Dayung, Nimai, dan lain sebagainya. Sisanya digunakan untuk mengiring lagu pada beberapa acara adat dan ritual masyarakat Dayak Kayaan Kalimantan Barat.





Sape Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Sape dimasukkan dalam Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2017 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dengan predikat tersebut, sape beserta musik tradisi yang melekat pada sape tersebut dianggap sebagai kekayaan budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat pemiliknya. Selain itu segala keunikan alat musik dan tabuhan tradisi sape dianggap dapat mencerminkan nafas hidup masyarakat Dayak. Artinya sape adalah identitas sebuah budaya yang mencirikan Kalimantan secara umum.





Peminat Musik Sape

Sekarang peminat musik sape telah tumbuh dibeberapa daerah Kalimantan Barat. Tingkat ketertarikan masyarakat cukup besar kepada alat musik ini. Disamping itu karya musikal menggunakan sape semakin banyak bermunculan. Peminatnya dimulai dari pelajar SMP, SMA, Mahasiswa, dan masyarakat umum dari semua golongan. Selain itu beberapa lomba kreatifitas sape banyak dilaksanakan, baik oleh pihak swasta atau pemerintah. Hal ini tidak terlepas dari kinerja para pelaku kesenian sape dan penggiat budaya daerah untuk mengangkat, memperkenalkan, mendokumentasikan, dan mengembangkan musik tersebut sesuai perkembangan intelektualitas dan kreatifitas kekinian, sehingga seni musik sape terus berkembang kearah yang lebih baik.





Peminat musik sape cukup banyak di Kalimantan Barat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta Workshop Seni Musik Sape yang mendaftar. Peserta yang mendaftar sebanyak 40 peserta dalam durasi waktu satu minggu dimulai dari tanggal 8 Agustus dan ditutup pada tanggal 15 Agustus 2018. Rencana pendaftaran ditutup pada tanggal 20 Agustus 2018, namun karena peserta yang mendaftar telah melebihi kuota, akhirnya pendaftaran ditutup 5 hari sebelumnya. Kendala yang timbul adalah terbatasnya kuota peserta Workshop Seni Musik Sape yang disesuaikan dengan anggaran yang terbatas, yaitu sebanyak 40 (empat puluh) orang peserta. Sementara pendaftar yang masuk sebanyak 58 orang. Akhirnya pihak pelaksana mengadakan seleksi sesuai tingkat pendidikan, yaitu kuota untuk SMA, Mahasiswa, dan Umum. Selain itu kuota peserta juga dilakukan seleksi berdasarkan daerah agar dapat tersebar secara merata dan dapat mewakili daerah Kabupaten Kota se Kalimantan Barat. Semoga kedepannya kuota peserta Workshop Seni Musik Sape dan anggaran dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan saat pelaksanaan.





Fenomena Perkembangan Sape

Fenomena perkembangan akan melahirkan permasalahan tersendiri. Banyak pemain sape bisa bermain bagus, namun minim pengetahuan pada aspek tradisinya. Artinya banyak yang bisa memainkan musik sape namun tidak memahami sape itu sendiri, termasuk cara pendekatan terhadap alat musik tersebut, baik itu latar belakang sejarah, budaya, teknik permainan yang benar berdasarkan kerangka tradisinya. Akhirnya kebanyakan orang hanya bisa memainkan, namun belum memahami sape secara mendalam. Oleh karena itu, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat tergerak mengadakan workshop seni musik sape. Tujuannya agar peminat sape mengerti terhadap alat musik tersebut dan memahaminya sesuai latar belakang budaya masyarakat pemiliknya. Diharapkan penggiat musik sape memahami latar belakang budaya dan teknik permainan sape secara baik dan benar. Hal ini dilakukan dengan maksud agar segala hal yang terkait dan terkandung dalam seni musik sape, termasuk nilai luhur adat dan tradisi suatu masyarakat dapat terus terjaga sebagai ciri khas masyarakat Dayak Kayaan secara khusus dan Dayak Kalimantan Barat secara umum.





Target Materi

Target materi workshop seni musik sape adalah pengenalan secara mendalam melalui pendekatan estetis terhadap alat musik sape. Selain itu sasaran dari pelaksanaan workshop seni musik sape dapat memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang teknik permainan sape. Dengan begini kerangka pelestarian (menjaga, mengembangkan, dan memfungsikan) dapat dicapai dengan tepat sasaran secara efektif. Diharapkan proses berkesenian ini dapat memberikan kesadaran kearah yang lebih baik sesauai cita-cita luhur masyarakat Kalimantan Barat. Semoga pelaksanaan selanjutnya dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan kuota peserta yang semakin banyak yang harus disesuaikan dengan peningkatan anggaran kegiatan ini. Akhir kata, semoga apa yang dilakukan dapat bermanfaat dan berguna bagi perkembanagan kesenian daerah Kalimantan Barat.





Advertiser