Media informasi seni budaya Kalimantan Barat

Politik Mobile Legends dan Kopi Pancong

Antara mobile legend dan kopi pancong

Ketika kita melihat orang bermain mobil legend di warung kopi, dia juga berusaha menentukan nasib tokoh game yang dimainkan, walau hanya dalam bingkai grafis bergerak dan perangkat smartphone yang kadang dipaksakan untuk memainkannya. Sementara di sebelahnya penikmat kopi pancong saling bercanda dan ngobrol bisnis yang kebanyakan angin namun masih tetap dipertahankan untuk diperjuangkan, walau itu hanya dalam dunia ilusi sekalipun. Ternyata politik itu sampai juga ke warung kopi.

Dari dua tokoh pemain mobile legend dan penikmat kopi pancong itu sama-sama berjuang untuk menentukan posisi, kedudukan, dan perjalanan dia dalam keseharian. Tentu semua itu harus didukung keahlian dalam bermain. Pemain mobile legend harus mampu menguasai beberapa pengetahuan dan keahlian agar bisa menang. Sementara para penikmat kopi pancong walau kadang ngomong ngalor ngidul, tetap memerlukan pengetahuan dan keahlian. Walau kebanyakan bahasanya dibingkai dusta. Ingat... berdusta itu juga memerlukan pengetahuan dan keahlian.

Antara pengetahuan dan keahlian

Melihat perjuangan dua tokoh pemain mobil legend dan kopi pancong di atas, kita sadar bahwa yang membawa mereka pada suatu keadaan dan menekuninya adalah tanggung jawab. Mungkin sebagian orang menganggap ini hal sepele, namun jika dipikirkan secara mendalam, maka kita dapat melihat bahwa keduanya memerlukan pengetahuan dan keahlian dalam menjalankan misi hidup mereka masing-masing. Intinya terletak pada pengetahuan dan keahlian. Begitu juga dengan pemimpin yang sebentar lagi saling berlomba untuk menduduki tahta pemerintahan tertinggi di Kalimantan Barat, juga harus memliki keduanya.
Kita tentunya tidak mau memiliki seorang pemimpi, namun kita menginginkan seorang pemimpin. 
Mungkin akan lebih bijak kalau kita biacarakan dan melihat pengetahuan serta keahlian calon pemimpin Kalbar, karena seorang pemimpin harus mempunyai pengetahuan mumpuni tentang apa yang dipimpinnya. Bukan hanya memiliki pengetahuan salah satu bidang lalu mengangkan janji pembangunan untuk satu masa pemerintahan ke depan. Jika kamu ingin menjadi seorang pemain mobile legend jangan hanya tau download gamenya tapi giliran memainkannya malah mati terus. Sama ketika kamu membicarakan rencana apa saja di warung kopi ditemani kopi pancong, kamu jangan hanya pandai ngomong namun tidak ada bukti, akhirnya angin belaka. Artinya seorang pemimpin harus tau apa yang dia pimpin agar nantinya dapat terarah dan efektif dalam menyelesaikan masalah yang timbul.



Seorang pemimpin Kalimantan Barat juga harus memiliki keahlian, artinya memiliki keahlian untuk menjalankan, mengendalikan, dan menuntaskan masalah. Karena bagi beberapa masyarakat awam mereka berharap suatu perbaikan dapat sampai kemereka. Walau ini terlalu naif, namun kenyataannya adalah bahwa pemilih menghendaki perubahan dalam pembangunan 5 tahun ke depan, bukan jalan di tempat (kalau jalan ditempat itu namanya olah raga, bukan memimpin...heheheh). Bahkan secara pemikiran otak dengkul, mungkin seorang pemimpin itu bagi masyarakat mobil legend tidak ubahnya hanya pemian game. Kalau anda tidak mempunyai keahlian, maka anda akan terus menjadi pecundang. Kalau sudah seperti ini, mending tidak usah bermain. Duduk manis dan nonton saja. Begitu juga menurut pemikiran para penikmat kopi pancong, kalau anda tidak bisa mewujudkan omongan menjadi kenyataan, itu sama saja angin dan mending ngopi dirumah setelah itu bobo manis.
Siapa saja pemain yang tidak mempunyai pengetahuan dan keahlian itu bukan berbahaya untuk dirinya sendiri, tapi juga orang lain pasti jadi korban. 

Harapan pemain mobile legend dan penikmat kopi pancong

Satu hal dari sisi pemain mobile legend dan pecinta kopi pancong (bukan kopi pangku ya), sekarang bahasanya bukan lagi mereka, tapi kita. Pembangunan Kalbar bukan milik segelintir orang atau kesukuan. Tapi pembangunan untuk semua. Kalau ada seorang pemimpin itu membangun, baik itu jalan, gedung atau perumahan, ekonomi, kebudayaan, maka yang membangun itu adalah tugas dia. Uangnya tetap saja uang rakyat. Fasilitasnya tetap saja difasilitasi alat oleh rakyat. Lalu yang bekerja tetap saja rakyat. Ingat ini, karena ini adalah tugas dan keadaan yang harus disadari seorang pemimpin. Lebih jelasnya, pemimpin harus mau melayani rakyat, bukan bermain sendiri dan tidak perduli, bukan juga ngopi sendiri sambil cengar-cengir tak tentu rudu.

Milikilah pengetahuan dan keahliannya, ketika bermain itu kalian sudah berjuang. Berbicalah sesuai porsinya, karena itu akan memudahkan dalam menjalankan tanggungjawab yang dibebeankan pada anda. Sekarang bukan jamannya lagi memisahkan, tapi memang harus bersatu untuk kemajuan. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan kepentingan kesukuan, politik, dan kedudukan, namun kita harus bermain bersama dan duduk bersama layaknya pemain mobile legend dan pecinta kopi pancong.
Tulisan ini jangan ditanggapi tapi dipikirkan, ambil yang baik, lalu diterapkan. Jangan jadi pemain sendiri dan jangan jadi pembicara untuk diri sendiri. Bahaya... bisa gila!!!

Advertiser