Media informasi seni budaya Kalimantan Barat

Mandau Terbang Cerita Hoax atau Nyata

Mandau sebagai senjata khas Suku Dayak

Mandau adalah senjata khas dari Suku Dayak yang mendiami pulau borneo atau Kalimantan. Mandau berbentuk parang panjang yang kebanyakan lurus dan dibagian ujung mata senjata mandau berbentuk paruh burung Enggang (penulis:penggambaran paruh burung). Sementara pada bagian atas ujung mandau (agak ke dalam) biasanya diukir motif Dayak (penulis: penggambaran cula burung enggang).. Ukiran motif ini berfungsi untuk menghias tampilannya agar terlihat unik dari segi artistiknya. Gagangnya kebanyakan terbuat dari tanduk rusa yang diukir, sehingga menambah keindahan tampilannya. Beberapa mandau dibagian gagang dihiasi dengan rambut. Selain itu mandau dilengkapi dengan sarung kayu yang diberi aksesoris tertentu seperti tulang binatang, gigi atau taring binatang, dan ada juga yang mengikatkan benda bertuah pada sarung tersebut. Hal ini selain menjadi perhiasan mandau, sebagian masyarakat Dayak percaya bahwa benda bertuah yang dilekatkan pada sarung mandau dapat berpengaruh pada kekuatan mandau tersebut. Pada beberapa sub suku Dayak Kalimantan ada yang menyertakan pisau kecil (penulis: seraut) pada mandau tersebut. Biasanya seraut ini digunakan untuk memotong atau membuat ukiran tertentu berdimensi kecil. Karena keunikan dan kekhasannya, mandau menjadi suatu yang sangat berbeda dengan senjata tradisional suku lainnya.


sumber foto : Museum Kemdikbud

Misteri mandau terbang

Banyak orang menceritakan tentang mandau terbang. Bahkan teramat banyak yang percaya bahwa mandau terbang itu ada. Akhirnya pamor mandau menjadi sangat terkenal dan membuat suku Dayak sangat ditakuti beberapa golongan masyarakat. Mereka menganggap bahwa mandau terbang itu adalah nyata dan melegenda dengan segala kepercayaan mistis yang membalutnya. Banyak juga masyarakat yang percaya bahwa mandau terbang itu hanya dimiliki olah ketua suku, pemangku adat, timanggong, Dayak sakti, atau apalah namanya, dan hanya merekalah yang mempunyai dan dapat mengendalikan mandau terbang. Namun pada sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan kebenaran mandau terbang tersebut. Apakah mandau terbang itu hoax atau cerita nyata? Secara sederhanya saya akan jelaskan, begini penjelasannya.

Mandau terbang itu bisa jadi tidak ada, karena mandau terbang itu sebenarnya mandau yang dianggap bertuah dan tidak jauh berbeda dengan mandau biasa. Suatu hal membuatnya bisa terbang, dianggap bisa terbang, bergarak dan melayang, atau istilah lainnya adalah karena sipemilik mandau mempunyai kesaktian khusus yang dapat menghidupkan mandau tersebut. Artinya sipemilik mandau mempunyai kesaktian khusus yang dapat membuat mandau itu melayang dan terbang menuju suatu sasaran tertentu. Jadi yang ada itu bukan mandaunya bisa terbang, melainkan ilmu pemilik mandau itu yang membuat mandau bisa terbang.

mandau terbang itu sangat populer, namun beberapa masyarakat Dayak Kalimantan sendiri yang saya temui mengatakan tidak pernah melihat mandau terbang. Misalnya dia melihat mandau itu terbang menuju arah tertentu, yang ada adalah cerita irang mati dengan kepala terpenggal namun tidak mengetahui siapa pembunuhnya. Cerita ini mirip dengan beberapa ritual Dayak dapat mendatang makhluk halus dan bisa menyerang orang yang dituju tanpa ketahuan. Masalahnya kejadian ini pernah terdengar santer pada kerusuhan di Kalimantan Barat tahun 1999 serta kerusuhan Sampit tahun 2000. Namun sekali lagi tidak ada yang melihat mandau terbang dibalik peristiwa tersebut./

Menanggapi cerita yang beredar mengenai penghuni satu rumah ketika menyembunyikan pembantunya saat warga Dayak melakukan pemeriksaan disuatu daerah saat kerusuhan antar etnis di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Akhirnya pembantu itu mati dengan leher terluka seperti ditebas mandau, sehingga penghuni rumah itu pergi meninggalkan rumah dengan pakaian dan barang seadanya (darurat). Dalam cerita ini juga tidak ada satupun yang melihat mandau terbang. Sebagian masyarakat Dayak percaya yang membunuh itu adalah makhluk halus (penulis: kamang) yang dapat diperintah untuk menyerang lawan tanpa diketahui.


sumber foto : Griya Seni Pusaka

Logika berpikir mengenai mandau terbang

Dari tiga penjelasan di atas, logika berpikirnya pertama dapat diketahui bahwa keberadaan mandau terbang masih misteri. Saya tidak mengatakan bahwa mandau terbang itu hoax atau cerita isapan jempol belaka, namun jika kita merunut buktinya maka cerita yang beredar itu tidak ada buktinya. Kalau anda merasa tidak percaya, anda boleh tanyakan langsung kepada tetua msyarakat adat Dayak sekalipun, apakah mereka pernah melihat mandau itu terbang menyerang lawan atau hanya mendengar cerita belaka. Saya tidak bermaksud mengatakan hoax, tapi jika anda mendengar cerita tentang mandau terbang, jangan langsung percaya. Karena selama ini cerita yang beredar tidak mempunyai bukti kongkrit.

Logika berpikir yang kedua bisa jadi mandau terbang itu benar adanya, namun itu dulu. Sekarang mandau terbang itu tidak bisa terbang lagi karena orang yang mempunyai ilmu tinggi dan mampu membuat mandau itu terbang sudah sangat jarang, bahkan cenderung tidak ada lagi. Kalau logika berpikir ini kenyataan, berarti mandau terbang hanya menyisakan legenda. Ini adalah suatu pertanda bahwa mandau memang mempunyai keunikan dibalik cerita mistisnya. Namun yang perlu anda fahami bahwa mandau terbang itu ada sebenarnya karena kesaktian orang Dayak pemilik mandau tersebut. Mandau terbang akan menjadi mandau biasa ketika dipegang orang biasa. Inilah cerita yang mendekati kebenaran logika dan kenyataan.


sumber foto : Ajiman Muzdalifah

Daru dua logika berpikir di atas, saya kembalikan kepada anggapan anda, apakah cerita mandau terbang itu hoax atau kenyataan. Semua kembali pada keyakinian masing-masing. Karena sebuah cerita itu seharusnya tidak hanya dicerna tanpa dasar dan yang terpenting lagi adalah makna yang terkandung dibalik cerita mandau terbang itu yang harus kita fahami. Sekarang kembali pada pribadi masing-masing, mandau terbang itu cerita hoax atau nyata?

Sumber foto utama Museum Kemdikbud

Advertiser