Media informasi seni budaya Kalimantan Barat

Alat Musik Agukng Dayak Kanayatn

Aguing Dayak Kanayatn

Alat musik Agukng atau Gong termasuk instrumen paling banyak ditemukan di Kalimantan Barat. Alat ini ditemui hampir di seluruh kelompok Dayak dan dipercaya diturunkan langsung oleh para dewa dari kayangan untuk dimainkan dalam upacara. Instrumen ini dipercaya dapat mengusir roh jahat yang mengganggu saat upacara. Paolus Florus (2005:115) Mengatakan bahwa dulu alat musik Agukng dianggap sebagai lambang kebangsawanan pemiliknya. Orang yang memiliki Agukng dianggap sebagai orang kaya atau bangsawan, karena tidak semua orang memilikinya, kecuali kaum bangsawan dan orang berada. Gong terdiri dari beberapa jenis dan ukuran, serta dipakai dalam jumlah yang bervariasi. Dikalangan masyarakat Dayak paling tidak ditemukan lima jenis gong, yaitu:


  1. Tipe Garantung (Gong Besar), yaitu gong berukuran besar, sisi rendah, nada rendah, karakter suara lembut dan beralunan panjang.
  2. Tipe Tawak (Gong Panggil), yaitu Gong berukuran agak kecil yang sisi dan pencunya agak tinggi, suaranya tegas dan beralunan pendek. Gong ini biasanya digunakan untuk alat komunikasi atau pemberitahuan apabila ada kematian, bencana, tamu terhormat, pesta, upacara, dan lain sebagainya.
  3. Tipe Bondi, yaitu Gong yang sisi dan pencunya rendah. Permukaan sekitar pencu kebanyakan tidak ada lekukan melingkar. Gong ini hampir mirip dengan tawak namun bentuknya sedikit lebih kecil. Suaranya lembut dan merdu. Biasanya gong tipe ini disebut Bobondi, Bendai, Bandai, atau Canang.
  4. Tipe Boring, yaitu Gong yang permukaannya datar. Suaranya bergetar deper (nyaring). Gong ini biasanya disebut juga dengan nama Boring-boring, Gentarai, dan Puum.
  5. Tipe Kelintang (Gong-gong kecil horisontal), yaitu satuan dari beberapa Gong kecil yang berjumlahnya 5 sampai 9 instrumen dan disusun secara horizontal pada sebuah rancakan berdiri. Suaranya tinggi dan nyaring. Instrumen ini berfungsi sebagai pembawa melodi. Nama lain alat ini adalah Engkeromong, Keremong, Kangkanong, dan Klentang.

Jenis Agukng Dayak Kanayatn

Agukng Dayak Kanayatn termasuk jenis instrumen perkusi yang terbuat dari logam. Di Kalimantan Barat biasanya alat ini terbuat dari besi, namun ada juga yang terbuat dari kuningan. Instrumen ini digunakan untuk menamakan instrumen perunggu dengan pencon di tengahnya dengan berbagai ukuran (R.M. Soedarsono, 2003:126). Cara memainkannya ditabuh dengan menggunakan stik kayu yang pada bagian ujungnya dililit karet. Instrumen ini terbagai menjadi 8 buah instrumen, yaitu: (1) Kakanong; (2) Kampo atau Babaneh; (3) Kanayatn; (4) Katukekng; (5) Katukong; (6) Katuku’; (7) Agukng; dan (8) Wayakng.


Nada pada Agukng Dayak Kanayatn

Diantara delapan instrumen tersebut, kebanyakan hanya tiga jenis Agukng yang digunakan Agukng, Katuku dan Katukeng. Nada yang dihasilkan instrumen Agukng adalah nada 5 (sol) rendah, instrumen Katuku bernada 2 (re), dan instrumen Katukeng bernada 3 (mi). Instrumen ini merupakan instrumen kolotomis atau sebagai penyekat nada yang dimainkan pada tiap birama. Pola permainannya (motif tabuhan) menyesuaikan dengan pola permainan Dau We’nya. Tertarik memainkan atau membelinya? Silahkan kunjungi Borneo Artshop. Dapatkan Harga menarik untuk koleksi alat musik Dayak Kanayatn Kalimantan Barat.

Kepustakaan
  1. Paulus Florus, ed., 2005. Kebudayaan Dayak: Aktualisasi dan Transformasi Pontianak: Institut Dayakologi, Cetakan kedua.
  2. R.M. Soedarsono, 2003. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press