Media informasi seni budaya Kalimantan Barat

Pekan Gawai Dayak 2018

Pekan Gawai Dayak adalah pesta seni budaya Dayak terbesar yang digelar setiap tahun menyedot ribuat pengunjung. Gawai tahun 2018 ini dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat Dayak Kalimantan Barat, termasuk perwakilan masyarakat Adat Dayak Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, termasuk juga perwakilan dan komunitas masyarakat Adat Dayak dari Sarawak Malaysia, Jakarta, Brunei, bahkan dihadiri oleh perwakilan Suku Bangsa Aborigin Australia. Masyarakat lokal, dari daerah atau provinsi lain diluar Kalbar, dan pengunjung dari manca negara berdatangan menyaksikan event terbesar seni budaya Dayak Kalimantan Barat yang dikemas dalam event tahunan, Pekan Gawai Dayak, di Pontianak, Kalimantan Barat dari tanggal 20 sampai 24 Mei 2019.


Dokumentasi : Hendrikus Landung

Pekan Gawai Dayak ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak Kalimantan Barat atas hasil panen yang berlimpah kepada Sang Maha Pencipta. Namun Gawai Dayak yang dilakukan di Pontianak lebih kepada Pesta Seni Budaya Dayak untuk Pelestarian dan promosi kebudayaan. Gawai Adat Dayak yang dilaksanakan setiap tanggal 20 Mei mempunyai latar belakang sejarah panjang. Awalnya Gubernur Kadarusno yang menjabat tahun 1972 s/d 1977 ingin mempersatukan gawai-gawai yang dilaksanakan masyarakat Dayak di daerahnya masing-masing di Kalimantan Barat, dengan pertimbangan efektifitas waktu, materi, dan tenaga, beliau ingin mempersatukan gawai tersebut pada satu tempat dan waktu. Cita-cita itu baru terwujud tahun 1986, yaitu gawai pertama yang diprakarsai oleh Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (sekberkesda) Kalimantan Barat di Pontianak. Saat itu ditetapkanlah tanggal 20 Mei sebagai tanggal pelaksanaan dan terus dilaksanakan pada tanggal yang sama setiap tahunnya. Tujuannya untuk mempersatukan masyarakat Dayak dalam event seni budaya dengan satu semangat untuk bangkit dan bersatu dalam ikatan persaudaraan, sekaligus memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan semangat persatuan dan kesatuan masyarakat Adat Dayak. Gawai Dayak yang digelar di Pontianak akhirnya terus dilakukan setiap tanggal 20 Mei dan terus diprakarsai oleh Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalimantan Barat di Pontianak hingga sekarang.

Penggagas Gawai Dayak

Pekan Gawai Dayak dapat dikatakan perayaan seni budaya Dayak terbesar di jagad Kalimantan Barat, bahkan dapat dikatakan acara perayaan seni budaya Dayak terbesar di Indonesia. Sejarah terwujudnya Pesta Akbar Gawai Dayak ini tidak dapat dilepaskan dari tiga orang penggagas, yaitu Moses Nyawath Elmoswath, Sebastian Massardi Kaphat, dan Joseph Odillo Oendoen yang sampai sekarang masih eksis berkesenian dan menjabat sebagai ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak Kalimantan Barat di Pontianak. Terakhir Joseph Odillo Oendoen mendapat penghargaan sebagai budayawan Dayak Kalimantan Barat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada tahun 2017. Dari ide ketiga orang ini akhirnya Gawai Dayak dapat terwujud dan dapat dirasakan manfaatnya hingga sekarang. Tiga orang ini menjadi tonggak sejarah Gawai Dayak. Mungkin nama ketiganya tidak tidak santer terdengar ditelinga masyarakat umum, kaum budayawan, bahkan orang-orang yang berkecimpung di dunia kesenian Dayak sekalipun, namun kita perlu juga berterima kasih dan memberi penghormatan atas jasa ketiga orang tersebut, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya, termasuk pahlawan kesenian yang telah berjasa untuk pelestarian seni budaya di daerahnya masing-masing.


Sumber foto : Pedoman Wisata

Pekan Gawai Dayak telah masuk dalam kalender pariwisata daerah melalui Dinas Pariwisata yang sekarang tergabung dalam Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat. Selanjutnya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan dengan memasukkan Pekan Gawai Dayak sebagai “Warisan Budaya Tak Benda” pada tahun 2017. Dengan pencapaian ini semua, masyarakat Adat Dayak boleh sedikit berbangga dan merasa bahagia, namun kerja masih panjang. Pekan Gawai Dayak ini perlu terus berbenah untuk mencapai hasil yang lebih baik kedepannya. Inilah yang harus diwariskan kepada anak cucu mereka untuk mengenal dan mencintai budaya Dayak sebagai budaya ibu dan salah satu pembentuk kebudayaan nasional.


Sumber foto : Pedoman Wisata

Pekan Gawai Dayak ke XXXIII ini di ikuti oleh seluruh kabupaten kota di Kalimantan Barat. Berbagai lomba dan eksebisi kesenian ditampilkan dalam perhelatan ini. Mulai dari sumpit, gasing, memahat, menganyam manik, musik sape, tari Dayak kreasi, bujang dara, tato motif dayak, dan lain sebagainya. Selain itu ada juga stan warung makan khas Dayak, stan kerajinan khas Dayak, baju adat dan senjata tradisional, dan banyak lagi stan lainnya yang juga meramaikan Gawai Dayak 2018. Berbagai benda antik, unik, dan manarik sebagai hiasan dijajarkan untuk dijual. Tidak ketinggalan sistem informasi kebudayaan Dayak melengkapi perhelatan akbar Gawai Dayak tahun ini di Pontianak. Masih banyak lagi stan hiburan dan umum yang memeriahkan Gawai Dayak 2018 ini, jadi sudah pasti kegiatannya sarat dengan seni budaya yang mendidik, menghibur, dan pengunjung bisa membuka mata untuk mengenal Dayak lebih dekat melalui Pesta Akbar Seni Budaya Dayak.


Sumber foto : Eljohn News

Kayaknya susah ngomongin keseruan, kemeriahan, dan keunikan seni budaya Dayak pada perhelatan akbar Pekan Gawai Dayak tahun 2018 yang sekarang digelar selama 4 hari berturut-turut. Mending kalian datang dan saksikan sendiri, agar bisa merasakan sensasi dan evoria kemeriahan serta kemegahan seni budaya di Gawai Dayak ini. Lalu, jangan lupa ceritakan kepada kami opini anda mengenai Pekan Gawai Dayak. Kami menunggu sambil ngopi disudut ruang wacana. Karena kami sadar, kata-kata tidak bisa mengurai ceita sesungguhnya.
Sumber foto utama Hendrikus Landung