Serba serbi budaya, tempat wisata dan adat istiadat dayak borneo

Mengenal Alat Musik Dau Dayak Kanayatn

Alalt musik Dau atau Amadakng adalah alat musik yang terbuat dari logam yang bentuknya menyerupai Bonang dalam Gamelan Jawa. Instrumen ini terdiri dari delapan buah instrumen yang ditempatkan dalam satu rancakan memanjang. Rancakannya dibuat persegi empat dengan penyangga dari tali di bagian bawah. Alat musik Dau terbuat dari besi, namun ada juga yang terbuat dari kuningan, tergantung pemesannya ingin bahan alat tersebut terbuat. Instrumen Dau ini merupakan instrumen utama dalam kelompok ensambel musik Dayak Kanayatn Kalimantan Barat. Keseluruhan instrumen ini mempunyai ukuran hampir sama antara satu dengan lainnya, yaitu diameter lingkaran atas sekitar 25 cm-28 cm, diameter lingkaran bawah sekitar 26 cm-27 cm, dan diameter lingkaran Bujal (pencon) sekitar 3 cm-4 cm.


Sumarsam (2002:13) mengatakan bahwa instrumen Dau dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu instrumen yang membawakan Balungan (inti melodi) dan instrumen yang mengisi melodi. Instrumen pembawa melodi pokok dapat dilihat pada permainan Dau Wenya, sedangkan variasi ritme dapat dilihat dari permainan Dau Naknya. Dua permainan ini terlihat saling mengisi untuk memberi ritme tertentu yang harus disesuaikan oleh permainan instrumen lainnya.
Dau dimainkan dua orang, yaitu pemain Dau we’nya (Dau satu) berada di sebelah kanan yang tugasnya memainkan nada-nada rendah dan pemegang tabuhan dasar, sedangkan pemain Dau Naknya (Dau dua) berada di sebelah kiri yang bertugas memainkan nada-nada tinggi untuk memberi variasi permainan Dau We’nya.



Cara memainkan instrumen Dau ditabuh dengan dua tangan menggunakan stik yang terbuat dari kayu berukuran panjang 25 cm-30 cm dan berdiameter sekitar 2 cm sampai 2,5 cm. Dau we’nya memainkan nada-nada pokok lagu dan memberikan penekanan pada nada tertentu dalam sebuah lagu, sedangkan Dau naknya memberi variasi permainan untuk mengambil nada-nada yang tidak terdapat pada Dau wenya, sehingga membentuk akor tertentu untuk mengiringi lagu yang dibawakan.

Nico Andasputra dan Vincentius Julipin (1997:88) mengatakan bahwa setiap anak Dau mempunyai nama sendiri-sendiri. Adapun nama dan nada masing-masing anak Dau adalah sebagai berikut.
  1. Dau terkecil disebut Panangkekng dengan nada 1 (do) satu oktav lebih tinggi dari nada dasar yang ditempatkan di sebelah kiri rancakan.
  2. Panuna’ bernada 6 (la) ditempatkan di sebelah Panangkekng
  3. Panyantel bernada 5 (sol) ditempat di sebelah kanan Panuna’
  4. Panimpak bernada 3 (mi) ditempatkan di sebelah kanan Panyantel
  5. Panarodot bernada 2 (re) ditempatkan di sebelah kanan Panimpak
  6. Paninga’ bernada 1 (do standard) ditempatkan di sebelah kanan Panimpak
  7. Panodot bernada 6 (la) di bawah nada dasar dan ditempatkan di sebelah kanan Paninga’
  8. Pangantor bernada 5 (sol) yang ditempatkan di sebelah kanan Panodot.

Alat musik Dau Dayak Kanayatn Kalimantan Barat yang merupakan instrumen penting atau utama dalam sebuah ensambel musik Dayak Kanayatn. Tertarik memainkan atau membelinya? Silahkan kunjungi Borneo Artshop. Dapatkan Harga menarik untuk koleksi alat musik Dayak Kanayatn Kalimantan Barat.

Kepustakaan
  1. Sumarsam. 2002. Hayatan Gamelan, Surakarta: STSI Press Surakarta.
  2. Nico Andasputra dan Vincentius Julipin, ed., 1997. Mencermati Dayak Kanayatn, Pontianak: Institute of Dayakologi Research and Development.

Tambahkan Komentar Sembunyikan

UPDATE VIA EMAIL

© 2017 Planet Borneo - Template Created by goomsite And Otomologi- Proudly powered by Blogger