Gelegar suara perjuangan masyarakat Melayu Pontianak

Meriam karbit adalah salah satu permainan tradisional masyarakat Melayu Pontianak. Setiap tahun, terutama pada malam bulan puasa, maka meriam karbit ini dikeluarkan dan dibunyi untuk memeriahkan sekaligus menyambut bulan mulia umat muslim. Suara yang menggelegar bisa terdengar sampai radius belasan kilometer, sehingga ketika meriam karbit ini dibunyikan, maka masyarakat daerah lain yang juga memasang meriam karbit ikut membunyikan meriamnya. Kota Pontianak menjadi bergetar dan terasa meriah dengan adanya meriam karbit tersebut. Meriam karbit ini akan semakin ramai dibunyikan menjelang lebaran, dan akan dilombakan (ada festivalnya) pada malam lebaran. Sebuah budaya fenomenal yang hingga kini masih lestari.

Kenapa dinamakan meriam karbit?

Dinamakan meriam karbit karena meriam buatan ini menggunakan air yang dicampur karbit sebagai sumber ledakan. Besar kecilnya ledakan ditentukan sedikit banyaknya karbit yang dimasukkan dalam meriam tersebut. Oleh karena itu masyarakat Melayu Pontianak menyebutnya Meriam Karbit.

Meriam karbit terbuat dari apa?

Meriam karbit ini terbuat dari sebatang pohon kayu besar yang diberi lobang memanjang (sesuai panjang lurus kayu) pada bagian tengahnya. Biasanya masyarakat Pontianak membuat meriam secara bergotong royong. Merka mengambil kayu besar lalu membelahnya dan membikin alur memanjang dibagian tengah potongan. Setelah alur terbentuk, kayu disatukan dan dikat dengan rotan. Bagian belakang diberi lobang kecil tempat memasukkan bahan ledak dan untuk menyalakan api sebagai sumber pendorong terjadinya ledakan. Beberapa masyarakat mengatakan lubang kecil tersebut sebagai pemicu hulu ledak meriam karbit.

Bagaimana membunyikan meriam karbit?

Meriam karbit dibunyikan dengan cara membakar lubang kecil dibagian belakang. Alat pembakarnya terbuat dari kayu yang dililit kain dan dicelupkan keminyak tanah. Selanjutnya api ditempel kan pada lubang kecil belakang meriam karbit, hingga menimbulkan ledakan dahsyat.

Sejarah meriam karbit itu bagaimana?

Sebagian masyarakat mengatakan ketika Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ingin membuka lahan (tempat tinggal), rombongan sultan ini banyak melihat hantu kuntilanak. Kahirnya sultan memerintahkan untuk menembakkan meriam tersebut kearah daratan (tempat Istana Kesultanan Kadriah sekarang), untuk mengusir hantu. Namun sebagian ahli berpendapat bahwa menembakkan meriam tersebut adalah untuk menumbangkan pohon dan mengusir binatang buas di tempat tersebut. Setelah pohon tumbang, jalan terbukan dan itu dijadikan tempat berlabuh kapal rombongan Sultan Pontianak waktu itu.

Sejarah versi lainnya mengatakan bahwa ketika menghadapi belanda, pihak Kesultanan Pontianak hampir kehabisan peluru meriam. Akhirnya Sultan Pontianak memerintahkan anak buahnya membuat meriam dari kayu yang suaranya sama dengan suara meriam sebenarnya. Meriam ini akhirnya digunakan untuk mengakali kekurangan peluru, biar belanda menganggap bahwa meriam dari pihak Kesultanan Pontianak masih banyak. Karena mendengar suara meriam dimana-mana, akhirnya belanda gentar dan dapat dipukul mundur dari peperangan.

Lambat laun, masyarakat membuat kembali meriam ini untuk memperingati sejarah berdirinya kota Pontianak dan peperangan tersebut. Sebagian masyarakat juga percaya, ketika meriam dibunyikan, maka para kuntilanak yang banyak berkeliaran dapat diusir dengan suara meriam tersebut. Selain itu meriam itu dibunyikan untuk memeriahkan malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya. Keadaan ini akhirnya menjadi budaya setempat sampai sekarang dan dibuatkan festivalnya setiap tahun oleh dinas Pariwisata Kota Pontianak.

Anda mau membunyikan meriam karbit?

Kamu mau membunyikan meriam karbit? Sangat boleh gan. Biasanya masyarakat melihat atraksi meriam karbit lalu ikut membunyikan meriam tersebut dengan syarat menyumbangkan uang secara suka rela. Uang tersebut nantinya akan digunakan membeli karbit dan digunakan untuk pemeliharaan meriam tersebut. Jadi uangnya bukan untuk digunakan warga setempat gan, tapi untuk mendukung penampilan meriam tesebut biar lebih mantab dan indah dipandang mata. Bayarnya bervariasi, ada yang ngasih lima ribu, sepuluh ribu, bahkan ada yang ngasih lebih. Dengan cara anda menyumbang tersebut, berarti anda sudah ikut melestarikan budaya masyarakat Melayu yang ada diPontianak. Sekali-sekali uji nyali dan peduli dengan budaya biar keren.

Cara perawatan meriam karbit itu gimana?

Kalau sudah selesai meriam karbit disimpan dengan cara ditenggelamkan didalam lumpur sekitaran tempat tersebut. Hal ini biar awet dan dapat digunakan tahun berikutnya. Mungkin anda akan berpikir kayu tersebut lapuk dan akan hancur. Kenyataannya meriam karbit itu bisa digunakan lagi memeriah Ramadhan dan Idul Fitri tahun depannya bos.

Suara meriam karbit itu keras apa enggak?

Sudah pasti menggelar dan membahana gan. Pokoknya cetar banget dan kalau meriam karbit itu dibunyikan, biasanya malah ada kaca pecah rumah orang di seberang sungai terkena getaran meriam tersebut. Namun yang punya rumah sudah maklum dan kacanya nanti akan diganti secara patungan oleh warga. Mereka bukannya marah, tapi malah bangga memiliki meriam karbit sebagai bagian budaya yang membanggakan.

Meriam karbit sebagai warisan budaya tak benda

Meriam karbit diakui sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Melayu Pontianak. Pengakuan ini dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2017. Dengan pengakuan ini tidak ada lagi peluang pengakuan kepemilikan tradisi meriam karbit selain masyarakat Melayu Pontianak. Takut aja ada yang ngaku kepemilikan meriam karbit seperti kasus kekayaan Indonesia lainnya gan, hehehehee…




Keberadaan meriam karbit akan selalu menggertarkan hati sanubari masyarakat Melayu Pontianak. Keberadaannya juga dianggap sebagai simbol perjuangan masyarakat Pontianak dan menjadi kebanggan akan tradisi yang mereka miliki. Masyarakat Melayu dan Pontianak akan selalu bergetar bersama budaya eksotik yang bernama meriam karbit. Lantang membahana menyuarakan kebenaran dan perjuangan hidup masyarakat Melayu Pontianak.



Foto utama by Gumay Febry
Sumber video Bintang TV

Share this:

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments