Mandau Suku Dayak Kalimantan

Mandau adalah senjata tradisional Suku Dayak Kalimantan yang terbuat dari besi khusus dengan panjang sekitar 50cm sampai 60cm. Mandau Suku Dayak Kalimantan dulunya digunakan untuk mempertahankan hidup, seperti menjaga diri dari serangan musuh atau dalam peperangan, menjaga serangan binatang buas, dan untuk keperluan lainnya seperti bercocok tanam, memotong kayu, dan lain sebagainya. Disisi lain senjata mandau suku dayak ini selalu dikaitkan dengan kebiasaan ngayau suku dayak borneo (berburu dan memotong kepala), namun seiring perkembangan jaman tradisi pengayuan telah dihilangkan dan kegunaan senjata mandau jaman sekarang telah bergeser menjadi barang antik atau sekedar pajangan (untuk hiasan). Sekarang mandau dayak borneo tidak sesakral dulu namun lebih difungsikan sebagai benda seni yang mempunyai nilai jual dan keindahan.

Pembuatan Mandau Suku Dayak Kalimantan

Proses pembuatan senjata tradisional mandau kalimantan membutuhkan waktu lama karena besi yang digunakan biasanya dari baja agar bertahan lama. Bilah mandau juga harus diasah sedemikian rupa sehingga tajam, oleh karena itu semakin bagus baja, maka mata mandau akan semakin tajam. Proses pengukiran memakan waktu cukup lama tergantung kerumitan motif yang akan diukir, makanya kalau kita pesan Mandau Suku Dayak Kalimantan harus menunggu sampai beberapa bulan. Apalagi mandau itu dipesan khusus untuk keselamatan diri, maka pembuatan mandau biasanya dihitung menurut jam, hari, tanda alam, yang mana kesemuanya mengacu dengan hari lahir pemesannya. Dari sini bisa kita fahami, kalau harga mandau itu juga bervariasi, tergantung kerumitan pembuatannya dan bahan yang digunakan.


Sumber foto Jungle Arts and Flora - Bukalapak - edit by planetborneo.com

Jenis Mandau Suku Dayak Kalimantan

Mandau Suku Dayak Kalimantan ada dua jenis, yaitu mandau hiasan dan mandau keramat. Mandau hiasan biasanya diberi pernak pernih khas Kalimantan untuk memperindah tampilannya. Mandau ini kebanyakan hanya digunakan sebagai pajangan atau cinderamata. Sedangkan mandau keramat biasanya bentuknya lebih sederhana namun dipercaya syarat dengan kekuatan magis yang dapat membawa kekuatan tertentu bagi pemakainya. Bahkan, mandau dayak keramat dipercaya dapat membuat pemiliknya menjadi kebal saat menghadapi musuh dan bisa melemahkan semangat lawan saat dipakai dalam pertempuran.

Gagang Mandau Suku Dayak Kalimantan

Bagian hulu mandau kalimantan (gagang) terbuat dari kayu tertentu dan tanduk kerbau atau tanduk rusa. Bagian ini biasanya diberi hiasan, sehingga tampilan mandau dayak kalimantan lebih menarik, indah, sekaligus unik. Ada tiga motif hiasan yang biasa digunakan pada hulu mandau, yaitu motif wajah manusia atau makhluk halus, motif hewan, dan motif tumbuhan. Semua hiasan motif yang melekat pada gagang mandau berkaitan dengan penggambaran hubungan manusia dengan alam, manusia dengan para leluhur, manusia dengan penguasa alam, serta perlambang dunia atau penunggu dunia yang dipercaya dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan suku Dayak.
Menurut pendapat De Graaff dan D.G Stibbe dalam bukunya berjudul Encyclopedie Van Nederlandsch Indie dalam ( Amir Martosedono 1987:430) : Dahulu suku Dayak di Kalimantan sudah biasa mengadakan pemenggalan kepala dengan mandau, kepala kulit dan rambutnya disimpan sebagai milik pribadi, Kemudian akan diwariskan kepada anaknya. Itulah kenapa bagian gagang biasanya diberi untaian rambut pada bagian gagangnya.

Sumber foto Folks Of Dayak - edit by planetborneo.com

Bilahan Mandau Suku Dayak Kalimantan

Bilahan Mandau Suku Dayak Kalimantan (bagian punggung) dibuat membengkok seperti paruh burung enggang sebagai simbol kekuatan dan keperkasaan penguasa dunia atas. Bagian punggung depan ini kebanyakan terdapat ukiran yang dikonotasikan sebagai mahkota kepala burung. Bagian belakang kepala burung diberi kuningan bulat atau bentuk bintang sebagai lambang kepangkatan sekaligus sebagai simbol penerang semangat pemilik mandau. Ukiran tergantung sipembuat, pada bagian kepala, bagian belakang, atau keduanya.

Motif Ukiran Mandau Suku Dayak Kalimantan

Gagang mandau kalimantan biasanya diberi ukitan dan balutan rotan melingkar untuk memperkuat tertancapnya mandau dengan gagang. Uniknya bagian ikat gagang dari rotan ini terdiri dari beberapa anyaman. Bagian depan anyaman rotan ditambah dengan lingkar logam kuningan. Anyaman dan lingkar logam kuning ini melambangkan status seseorang, Jika yang punya golongan bangsawan atau kepala adat, maka anyam rotan semakin rumit dengan kuningan di depannya. Sedangkan bila pemilik mandau rakyat biasa kebanyakan hanya dibalut anyaman rotan sederhana dan tidak diberi lingkar kuningan. Namun sekarang kebanyakan mandau sudah dikat dengan simpul tertentu dan ditambah logam kuningan untuk menambah menarik tampilannya, tapi tidak mengacu pada strata kehidupan pemiliknya.

Sarung Mandau Suku Dayak Kalimantan

Sarung mandau dayak borneo terdiri dari kayu tertentu yang dianggap baik dan cocok dengan mandaunya. Hal ini karena sebagaian masyarakat Dayak percaya, bahwa ada mandau yang tidak mau dipakaikan sarung dari kayu tertentu, bahkan ada mandau yang tidak mau diberi sarung sama sekali. Kebanyakan mandau ini adalah mandau keramat yang mempunyai kekutan supranatural, jadi perlakuannya juga diberi kekhususan tersendiri berdasar sifat mandaunya. Bagian belakang dari sarung terdapat tali rotan untuk dibuat dari kulit kayu untuk menyimpan pisau anak sarung yang dinamakan pisau surit. Sarung Mandau Suku Dayak Borneo dihias motif tertentu menyesuaikan keingan, status seseorang, atau kegunaan mandau tersebut. Hal ini agar sipemakai mandau mendapat perlindungan dan terhindar dari bala bencana. Salah menggambar motif pada mandau dipercaya bisa mencelakakan sipembuat atau penggunanya. Sekarang motif hanya difungsikan sebagai hiasan untuk mempercantik mandau, tidak lagi bersifat sakral dan magis.


Sumber foto Pustaka Budaya - edit by planetborneo.com

Tali Rotan Mandau Suku Dayak Kalimantan

Mandau Suku Dayak Kalimantan diberi tali rotan untuk mengikatkan kepinggang. Uniknya posisi mandau ini tidak seperti posisi menempatkan senjata umumnya pada tubuh pengguna. Mandau dayak borneo diikatkan kepinggang dengan posisi terbalik, bagian mata mandau menghadap ke atas. Posisi ini dimaksudkan sebagai penghormatan ketajaman manusia untuk tunduk pada Jubata (Tuhan). Artinya setajam apapun mandau, dia harus tunduk pada aturan langit dan mau menjunjung adat sebagai pedoman hidup manusia Dayak. Alasan lain posisi mandau dipakai terbalik adalah untuk memudahkan serangan (cabut tebas) ketika menghadapi musuh.

Mandau Suku Dayak Kalimantan Masa Sekarang

Sekarang pembuat mandau yang bagus makin sedikit, dan mandau yang benar-benar bagus juga jarang sekali dibuat. Kecuali mandau umum yang dibuat hanya untuk souvenir atau cinderamata. Hal ini karena orang memandang mandau hanya sekedar hiasan, tampa melihat nilai budaya, fungsi, dan keluhuran mandau sebagai benda bertuah Suku Dayak Kalimantan. Pengrajin mandau sekarang juga kebanyakan hanya membuat saja, tanpa melihat tatanan adat terkait dengan mandau tersebut. Karena mandau Kalimantan kebanyakan diproduksi untuk dijual sebagai hiasan belaka. Mandau yang dulunya dianggap mempunyai nilai luhur dan sakral, sekarang sudah bergeser menjadi benda seni biasa. Semoga tidak menghilangkan kelestarian Mandau Suku Dayak Kalimantan. Jangan sampai mandau Kalimantan nantinya hanya tinggal cerita bisu ditengah kebingungan anak cucu kita. Semoga selalu terpatri dalam cita-cita suci dalam bingkai budaya bumi alam lestari.


Sumber future foto Blog Vokamo

Share this:

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments