Saturday, January 13, 2018

Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?

Produk kita yang mana?

Dari Kalimantan kami bertanya, produk kita yang mana? Katanya cinta produk Indonesia kan ya bro and sista? Katanya bangga dengan produk Indonesia kan ya boss? Kenyataannya sekarang apa yang kita miliki. Sekitar 80% apa yang kita makan dan kita gunakan adalah produk luar semua. Lalu produk kita yang mana? Kalian mungkin tadak percaya kan? Lah iya orang selama ini kita hanya taunya makan doang kok. Kita selama ini hanya peduli merek aja dan tidak mau tau asal usulnya dari mana? Lalu kita melupakan karena memang sebenarnya kita tidak pernah dengan itu semua. Katika ada anjuran cinta dan bangga dengan produk Indonesia, kami yang di Kalimantan ini dengan lugunya bertanya. produk kita yang mana?

produk kita yang mana?

Sekarang pasti anda bertanya lha kok bisa ya? Ya iyalah gan, orang kenyataannya memang demikian dan disetting sedemikian rupa. Sehingga kita melupakan hal demikian yang sebenarnya tidak demikian. Hehehee… bingung ya? Sekarang mari kita bahas dengan logika dan kenyataan sederhana. 

Minuman, produk kita yang mana?

Kalau haus dan biar mudah diminum atau dibawa kemana-mana, kamu minum apa hayo? Berpikirnya minum aqua bukan? anggap saja minum air mineral kemasan secara gampangnya. Kamu tau gak kalau Aqua 74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis. Kalau minum teh biar gampang belinya teh celup, kalau pake merek sosro dan sariwangi kan 100% sahamnya punya Unilever Inggris sama Amerika. Terus ngasih anak kalian susu SGM milik Sari Husada yang 82% sahamnya dikuasai Numico, Belanda. Tidak menutup kemungkinan juga susu merek lain juga sahamnya punya asing bukan? Kalau gak punya asing tapi pakai nama Indonesia, atau kerjasama dengan perusahaan asing. Sama juga punya asing lagi kan? Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?

Makanan, produk kita yang mana?

Sekarang mari kita bicara masalah urusan kampung tengah (perut) sama yang kita gunakan sehari-hari. Kalau makan berasnya impor dari Thailand (BULOG aja impor kok berasnya). Kalau minum teh atau kopi gulanya juga impor (Gulaku punya Malaysia). Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (kayak saya) yang 97% sahamnya milik Philip Morris Amerika. Terus kalau mau masak makai kompor gas merek rinai, kan juga milik cina walau sekarang ngotot disebut Indonesia. Lalu ketika makan buah apel amerika, bawang import dari thailand dan juga india. Makan mangga diimport dari bangkok. Biar keren makannya pizza, kfc, sekalian mau mabok minum bir, rel label, chivas, dan lainnya dimana itu juga punya orang yang tidak mandi wajib. hehehehe... Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?

produk kita yang mana?

Pakaian, produk kita yang mana?

Ayo kita lanjut ke bagian tubuh yang rada kenyal dan (katanya) sedikit seksi.Kalau kalian mandi lalu pakai sabun lux dan sikat gigi serta odol pepsodent, itu punya Unilever, Inggris. Trus pake baju kaos atau celana yang sebenarnya bahan mentahnya masih diolah oleh perusahaan milik asing, tapi nama Indonesia. Kalau kamu bilang baju atau celana saya produk atau jahitan lokal, saya cuma mau nanya, dari kapas sampai jadi benang lalu dibikin kain, bukannya itu diproses di perusahaan milik asing? Kalian kan cuma menjahit kainnya saja menjadi baju atau celana? Bisa diterima akal sehat bos? Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?

Kendaraan dan alat elektronik, produk kita yang mana?

Keluar rumah naik motor atau mobil buatan Jepang, Cina,India, Eropa (tinggal pilih mau yang mana). Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina. Lalu kerja pakai komputer, merk apple punya amerika, atau asus, toshiba, acer, yang notabene juga milik asing. Pas mau belanja ke carrefour yang punya perancis. Mungkin ada yang bilang saya belanjanya ke alfamart aja, sama aja gan karena alfamart 75% sahamnya punya Carrefour. Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International, termasuk Hero yang juga punya Malaysia. Jangan ngomongin olah raga ya gan, itu sama aja kita ngomongin 80% alatnya adalah produk luar. Oh ya, coba cek sahabat, kulkas kamu merek apa dan produksi negara mana? Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?

Tempat belanja, produk kita yang mana?

Malam-malam iseng ke CircleK punya amerika lalu ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga, kan semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia. Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg, Jerman dengan kepemilikan sahan sekitar 61,70%. Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim, Swiss. Terus ngomongin masalah hp dengan bangga dan dibajunya bertuliskan I love Produk Indonesia. Kenyataannya android anda buatan luar. Apalagi operatornya Indosat, Telkomsel, XL kepunyaan Qatar, Malaysia, dan Singapura. Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?

Perhiasan, punya kita yang mana?

Keluar jalan sambil berlenggang menggunakan perhiasan emas yang ditambang di papua, padahal 93,6% sahamnya milik amerika atau milik asing. Terus pake batu ruby, safir, dan yakut yang ditambah di daerah bangkok dan sekitarnya. Sekarang bicara masalah kecubung ungu yang kebanyakan beredar di pasar Indonesia adalah kecubung uruguay, portugal, bolivia, tapi dibilang barang Kalimantan atau Bungur Tanjung Bintang, Lampung. Biar nampak lokal punya leeee. Pake berlian keluaran eropa, giok punya cina, firus ditambang dipersia, atau anda pake blue topas swiss. Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?
Sekarang saya hampir saja berpikir kalau Indonesia banyak memproduksi koruptor dari pada yang kita makan atau pakai sehari-hari. Namun dari itu semua, satu hal yang harus kita sadari, cinta dan harga diri kita tidak diimport dari luar negeri atau dibuat oleh perusahaan asing. Jadi wajar kalau kami dari Kalimantan bertanya, produk kita yang mana? 

Bagikan

Jangan lewatkan

Dari Kalimantan Kami Bertanya, Produk Kita yang Mana?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.