Media informasi seni budaya Kalimantan Barat

Mengintip Spot Indah Danau Biru Singkawang

Danau Biru Singkawang

Danau biru adalah danau bentukan alam bekas penggalian tambang emas yang akhirnya di genangi air tanah bercampur dengan air hujan, termasuk juga hujan air mata pengunjung ketika diputusin pacarnya saat mengunjungi danau biru, lha kok mulai melenceng. Oh ya, jaraknya sekitar 145 kilo meter dari kota Pontianak. Akses jalan menuju danau bagus dan mulus semulus amoy singkawang dengan wajah manis orientalnya.

Danau biru Singkawang terbentuk dari sisa aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) dulu dan ditinggalkan karena emasnya sudah tidak ada lagi. Tapi bukan ditinggal pacar atau suaminya ya gan. Sekarang danau biru hanya menyisakan mas yono, mas joko, dan mas mas lainnya yang sering ke danau tersebut. Tapi tidak menyisakan kebingungan ya bro and sista, mas-a siicchh?



Terus dilokasi danau biru singkawang terdapat beberapa danau, jadi kalian bisa pilih mana spot yang cocok. Selain itu rumput di hamparan pasir luas itu seakan menyulap danau biru singkwang menjadi savana cinta yang dinyanyikan suara rindu bintang gemintang ketika malam tiba (mulai terbawa romantis dah aahh - kambuh lagi). Danaunya gak besar dan tidak dalam, jadi aman kalau mau mandi, yang penting airnya jangan diminum aja... bahaya!!!



Mengenai airnya yang biru dikarenakan ada kandungan mercuri bekas tambang emas dulunya. Makanya sampai sekarang danau ini berbahaya kalau dipakai buat mandi. Namun masih aja ada pengunjung yang nyebur ketika melihat keindahan dan segernya air danau biru. Mungkin dia jarang ketemu danau atau sungai gan, makanya sekali lihat danau biru langsung nyebur.



Danau Biru tidak Biru lagi

Sekarang air danau biru singkawang tidak lagi sebiru dahulu. Dari situ beberapa pengunjung menyimpulkan bahwa kandungan mercurinya jauh berkurang. Tapi menurut saya yang namanya ke danau kan gak harus mandi, bisa jadi kita cari spot indah buat objek foto. Nanti hasil jepretnya bisa kalian kasih puisi buat pacar, gebetan, sahabat, orang tua, atau hanya sekedar dibikin kalender. Asal jangan dibikin perkedel atau pudding aja bos, gak nyambung.



Sampai sekarang tetap saja namanya danau biru. Walau menurut saya airnya gak biru lagi, dan tidak sebiru cintaku pada gadis lugu. Yang jelas berjuta cerita tersimpan di danau biru, mengenai hidup, menganai keindahan, menganai cinta dan air mata, menganai aku, kamu dan penantian panjang perjalananku menuju danau biru. Masih di situ, menunggu, gadis lugu yang mencumbu waktu, dalam rasa mengharu biru, di danau biru, yang tidak sebiru cintaku padamu. Mulai puitis bawaan romantis (rokok makan gratis) bos.



Danau Biru menyebut namamu

Biruku biru, biruku sebiru langit biru, biruku sebiru rindu, biruku membiru dalam penantianku, biruku sebiru cintaku. menyatu.... diantara cumbu... bayangmu... dan danau biru.

Catatan tinta biru di danau biru
5 Januari 2018



Sumber foto Blog Gagonesia - Nax Beranax - World Tourism Indonesia - Rakyat Merdeka

Advertiser