Pernyataan Lucu dan Konyol Para Menteri Indonesia

Pernyataan Lucu dan Konyol Para Menteri Indonesia

Pernyataan lucu dan konyol para menteri Indonesia ini sempat menjadi trending di sosial media, media online, dan obrolan hangat di warung kopi. Walau ada indikasi bercanda dalam pernyataan itu, namun tetap saja kebanyakan orang menanggapinya aneh, miring, membingungkan, dan kadang dibilang gak masuk akal. Saya yakin kalian akan tertawa walau hanya lihat judul beritanya saja, padahal kalau di baca sampai habis beritanya biasa saja. Kenyataannya berita itu sempat menghebohkan dan mengundang beragam tanggapan masyarakat, dari yang biasa sampai tidak perduli, dari yang miring sampai hampir roboh sekalipun, heheheee. Ok baiklah bro and sista sekalian mari kita lanjut ke inti topiknya. Berikut beberapa pernyataan lucu dan konyol para Menteri Indonesia.

Menteri Susi bingung Menko Luhut bilang Ikan Tak Beragama

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menanggapi dingin pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tentang kebijakan pemberantasan illegal fishing. Dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Luhut meminta Susi segara menyusun langkah agar ikan-ikan yang ada di laut bisa ditangkap sehingga tidak kabur ke perairan negara lain atau mati dimakan predator. Sebab, tutur dia, ikan tidak memiliki agama dan kebangsaan. "Saya tidak mengerti kenapa beliau bicara seperti itu," ujar Susi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/6/2017). Hasilnya jadi trending topik bulan Juni 2017.
Ada yang pernah nanya agama ikan gak sama ikannya langsung, trus ada gak yang nanya kalau ikan kebangsaan mana. Kalau ada saya minta bukti KTPnya, kalau masuk ke perairan Indonesia secara illegal langsung tangkap aja. Langsung serahkan pada pihak berwenang. Bagaimana menurut anda?

Sekelas menteri Susi aja bingung juragan, apalagi kita...!!! Ini hanya terjadi di Indonesia, mungkin kalau gak begini bukan Indonesia kali ya? heee

Menteri Puan Maharani minta orang miskin diet dan tak banyak makan

Pada saat menteri Puan Maharani hadir dalam acara penyaluran raskin langsung menjawab permintaan Gubernur Bali. Sambil berseloroh, Puan meminta rakyat miskin untuk diet dan tidak makan terlalu banyak. Katanya "Jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa," gurau Puan. Kan sebenarnya biasa aja dan itu cuma gurauan, namun media membuat judul itu yang fantastis. Hasilnya jadi trending pada bulan Januari 2016.
Baru kali ini boss disuruh diet dan tak banyak makan. Perasaan dari jaman dulu, sebagian rakyat Indonesia makannya dikit, karena miskin. Sekarang malah disuruh mengurangi makan, lalu gimana coba? apa gak salah tuh? heee



Menteri Perdagangan minta masyarakat tidak usah makan bawang putih

Pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkaitan dengan melonjaknya harga bawang putih menjadi viral di beberapa sosial media dan pemberitaan media online. Hal ini berkaitan dengan tanggapan santai Menteri Perdagangan Indonesia yang menanggapi santai kenaikan harga tersebut. Menurutnya, bila harga bawang putih naik, masyarakat tinggal mengurangi konsumsi bumbu dapur tersebut. "(Kalau naik), enggak usah makan bawang putih lah," selorohnya usai rapat koordinasi pengendalian harga menjelang Lebaran di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/4).
Lah wong masakan Indonesia banyak yang kudu dicampur bawang putih, masak disuruh gak usah makan bawang putih. Waktu krisis meneter gak juga tuh ada anjuran kayak gini. Kalau mau cari solusi pake cara lain kenapa boss... heheheheee



Menteri Pertanian Minta Masyarakat Indonesia Beralih ke Keong Sawah

Di sela inspeksi dadakan (sidak) Pasar Induk Beras Cipinang, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedikit menyinggung persoalan daging. Menurut dia, masyarakat bisa beralih konsumsi ke komoditas lain yang proteinnya hampir sama seperti daging. "Seperti tutut itu protein lebih bagus dari daging," ujarnya di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (4/12/2017). Tutut merupakan keong sawah atau sejenis siput air yang mudah dijumpai di perairan tawar seperti sawah, aliran parit dan danau. Amran melanjutkan, tutut memiliki protein yang tinggi namun menyehatkan. Maksudnya, ketika ada seorang yang memiliki tekanan darah tinggi, masih bisa mengkonsumsi tutut yang proteinnya tinggi. "Tidak ada kan orang tekanan darah tinggi dilarang makan tutut," tandasnya.
Seumur-umur baru kali ini rakyat indonesia disuruh makan keong sawah. Kan gak semua orang bisa makan keong sawah. Selain itu kayaknya jauh benar hubungan antara kenaikan daging dengan tekanan darah tinggi. Mungkin kenaikan daging menyebabkan masyarakat Indonesia darah tinggi kali ya? heee


Itulah beberapa pernyataan lucu dan konyol para Menteri Indonesia. Ternyata sekelas menteri aja bisa melucu, jadi kesimpulannya kita juga dianjurkan untuk melucu, karena melucu itu sehat, melucu itu bisa bikin kenyang dalam arti kata bisa mengurangi makan, melucu itu juga masih gak bayar dan gak perlu ditanya agama serta kebangsaannya apa, yang penting jangan kebanyakan saja. Karena bila kebanyakan nanti disangka keong sawah. Jadi luculah sebelum lucu itu bayar dan kena tangkap. Selamat melucu.





Sumber foto dan berita Tribun Medan - Tribun News - merdeka dot com - Media Indonesia - Islami News

Share this:

Related Posts