Catatan singkat seorang sahabat

Bicara reggaenya Pontianak ya bicara grup Pot Smoker. Grup yang digawangi lima orang anak muda ini cukup kreatif (anak muda ya, bukan anak tua bos). Terlihat beberapa lagu yang direlease grup mereka cukup enak di dengar dan tentunya dengan komposisi tertata apik serta tidak kalah dengan grup reggae lainnya di tanah air atau luar negeri sana. Pot Smoker berdiri dari kecintaan mereka terhadap musik reggae dan mulai melihat beberapa kejadian sehari-hari sebagai bahan renungan untuk diangkat ke dalam lagu. Yang jelas lagu mereka adalah lagu sosial yang kebanyakan orang jalani, jadi setidaknya mereka membuka cermin berpikir dari masalah kehidupan ini. Bukan menyajikan nuansa cengeng yang sama sekali tidak mendidik dan cenderung menjadikan generasi muda lembek kayak kerupuk yang tersiram air.

Pot Smoker banyak mengalami pasang surut nasib grup band mereka. Sesekali fakum (bukan vacum cleaner ya) karena kesibukan dan dilematik kehidupan yang juga mereka rasakan. Sesekali mereka juga mulai menelaah dan menyadari perjalanan penuh perjuangan yang memang harus diperjuangkan dan diraih dengan segala pengorbanan. Ketika mereka berkumpul, ada semangat baru, semangat berjuang bersama, semangat berbagi, dan semangat bercerita kembali tentang kehidupan. Cerita itu juga kita alami, kita rasakan, dan kita fahami, walau dalam kesadaran alam yang berbeda.

Pot Smoker kini apa kabarmu?

Berjalan terseok dan terjatuh, berlumur lelah dalam pencarian, belum memahami arti perjalanan sesungguhnya, lalu mulai membaca zaman dan keadaan. Sejarahmu adalah darah, semangatmu adalah sumpah, tekadmu adalah tonggak sebuah kisah. Jangan pernah berhenti walau tubuh dan hati tersakiti. Jangan pernah menyerah, karena keadaan telah lama mati. Jika kalian menyerah, maka... habislah sudah dan menjadi orang-orang kalah.



Sedikit renungan... sedikit saja... semoga bisa

Saya tetap seperti biasa dan hanya biasa-biasa saja sebagai sahabat kalian seperti biasanya. Karena kebiasaan itu menyadarkan kita sebagai orang biasa yang menginginkan perubahan biasa menjadi suatu yang bermakna dan berharga. Semua butuh perjuangan, dan ingat... dalam perjuangan itu ada pengorbanan yang harus kita bayar, bahkan dengan lelah tiada berkesudahan. Itulah perjalanan untuk mengukir sejarah zaman... karena kita semua dilahirkan sebagai pahlawan, walau visi dan misi kita tersadur dalam perbedaan. Itulah perjalanan... itulah perjuangan... itulah pengorbanan... itulah kehidupan... itulah kenyataan

Sumber foto utama Iriemagz
Video by Berry Hehakaya

Share this:

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments