Apa itu kapal bandong?

Kapal bandong adalah kapal kayu khas Kalimantan Barat yang bentuknya seperti rumah. Walau gak mirip seperti rumah sebenarnya, tapi anggap aja mendekati bentuk rumah (sedikit memaksa, heee). Kapal bandong ini sempat menjadi transfortasi favorit tahun tujuh puluhan. Hal ini karena pada tahun tersebut jalan tidak bagus seperti sekarang, dan kalau mau menempuh jalan daratpun cukup mahal dan lumayan lama. Makanya banyak orang yang menggunakan kapal bandong sebagai transfortasi utama.

Kenapa bentuk kapal bandong seperti rumah?

Kapal bandong adalah kapal kayu yang mirip dengan rumah dari bagian tengah sampai atas. Kanapa kapal bandong itu menyerupai bentuk rumah? Karena dulunya orang berlayar menyusuri sungai Kapuas dari daerah hulu sungai Kapuas (seperti Kapuas hulu, sintang, skadau, dan Sanggau) bisa memakan waktu berhari-hari. Kebanyakan mereka tetap melanjutkan perjalanan pada malam harinya. Nah untuk beristirahat itu mereka perlu perlindungan dari angina dan hujan, kalau siang bisa berlindung dari terik sinar matahari. Oleh karena itu dibuatlah bilik atau ruang yang menyerupai rumah pada kapal tersebut. Didalam kapal bandong itu juga ada ruang untuk tidur, lengkap dengan kasur, guling, dan bantalnya. Enak kan kalau berlayar sama kapal bandong? bisa tiduran. Heheheee…



Bisa ngapain aja di kapal bandong?

Bisa terbang gan, yaa jelasnya bisa berlayarlah bos. Kan lucu kalau kapal air bisa terbang. Yang jelas kamu bisa berwisata menyusuri sungai kapuas (sungai terpanjang di Indonesia) sambil menikmati pemandangan sekitarnya. Di alun-alun kapus (korem) banyak tuh kapal bandung untuk wisata menyusuri sungai kapuas dengan jarak yang singkat alias pendek. Kalau mau puas ya susuri sungai kapuas dari Pontianak sampai ke Putussibau. Lama perjalanan 5 sampai 7 hari kalau tidak ada halangan. Jamin puas dan pemandangannya jamin top markotop gan. Di bawah ini kapal bandong yang udah di modif menjadi kapal wisata sungai kapuas yang berlayar sekitaran pontianak.



Apa kabar kapal bandong sekarang?

Kapal bandong sekarang tidak kurang dan tidak lebih nasibnya dengan kapal angkutan tradisional lainnya, kurang diminati dan dianggap tidak terlalu efektif lagi. Sekarang banyak jalan bagus, transfortasi darat juga sudah mudah dan murah, jadi perjalanan darat tambah mudah.
Kadang perkembangan itu juga harus mengorbankan sisi lainnya. Itu kenyataan dari pembangunan gan. Tinggal pemerintah aja yang harus peduli dengan nasib kapal Bandong, seperti menjadikannya sebagai transfortasi wisata. Tapi saya rasa tidak cukup sampai di situ aja… Masih banyak peluang perkembangannya dan itu harus dilakukan jika kapal bandong tidak mau hilang ditelan jaman, atau dipaksa bersandar tanpa kepastian karena ditelanjangi arus perkembangan.


Kapal bandong kini masih berbenah diri. Semoga bisa menjadi artis sungai lagi. Minimal jangan sampai mati terbaca sunyi. Atau hanya menjadi cerita untuk anak kita dalam bingkai ilusi.



Sumber foto Enjoy Danau Sentarum - Metro Timor - yohanes kurnia irawan-kompas - arif nugroho-pontianakpost

Share this:

Related Posts

Show Disqus Comment Hide Disqus Comment

Disqus Comments