Serba serbi budaya, tempat wisata dan adat istiadat dayak borneo

Fenomena Unik Festival Tatung Singkawang

Tatung Menurut wikipedia dalam bahasa Hakka (bahasa cina singkawang) adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa tersebut. Roh dewa dipanggil ke altar kemudian akan memasuki raga tatung dengan Mantra dan Mudra tertentu. Para Dewa atau roh leluhur biasa dipanggil dengan kepentingan tertentu, misalnya untuk melakukan kegiatan pengobatan atau meminta nasihat yang dipandang perlu. Kebanyakan para roh dewa dipanggil untuk kegiatan yang berhubungan kepercayaan Taoisme , antara lain pengobatan, pengusiran roh jahat, pembuatan Hu ,dan lain-lain. Setelah kegiatan yang dilakukan selesai, roh akan meninggalkan tubuh orang tersebut.

Kebanyakan tatung setelah ditinggal roh yang merasukinya, terkulai lemas dan tidak sadar apa yang telah dilakukannya. Pada beberapa bagian tubuh, seperti pipi meninggalkan lubang karena bekas tusukan. Saat itulah tatung merasakan sakit, namun segera dikasih penawar oleh guru atau orang yang mengawasinya (ilmunya lebih tinggi). Anehnya besok pagi lubang dipipi tersebut sudah tertutup dan kembali normal. Kalau mau bikin lesung pipit pake cara ini aja gan...heeee



Festival tatung ini dilaksanakan pada tanggal lima belas tahun baru Cina. Cap Go Meh merupakan rangkaian terakhir Perayaan Tahun Baru Imlek. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang yang artinya 15 malam setelah Tahun Baru Imlek. Cap berarti 10, Go berarti 5, dan Meh berarti malam. Jadi Cap Go Meh berarti malam ke 15 setelah malam Imlek atau tahun baru Cina. Pada hari ke 15 inilah Festival Tatung Singkawang dilaksanakan. Jadi kalau mau lihat Atraksi Tatung Singkawang pas Cap Go Meh ya bos.



Kalau di China, Cap Go Meh disebut Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap Dewa Thai Yi, dewa tertinggi di langit pada zaman Dinasti Han (206 SM- 221 M). Nah Zaman sekarang untuk menghormati tradisi dan nenek moyang yang dianggap sakti dan berjasa terhadap kehidupan masyarakat Thionghoa Singkawang.



Tuh gan sampai ada yang bawa penusuk pipi yang ada jeruknya. Mantab kan (walau kadang ada lucunya juga). Sebelum Festival Tatung berjalan, pertama-tama dilakukan pemanggilan roh yang dipimpin oleh guru atau pemimpin keagamaan. Setelah rohnya datang lalu disuruh merasuki tatung. Jangan ngeri dulu gan, yang dipanggil roh yang baik untuk mengusir roh jahat yang sering mengganggu keharmonisan hidup masyarakat.



Menurut beberapa sumber, termasuk tatung sendiri, roh-roh yang dipanggil ini dapat merasuki siapa saja, tergantung tatung memenuhi syarat dalam tahapan yang ditentukan si guru. Para tatung diwajibkan berpuasa selama tiga hari sebelum hari perayaan, dengan maksud mereka berada dalam keadaan suci sebelum perayaan. Tatung diyakini memiliki kekuatan supranatural, mampu melakukan pengobatan, dan pengusiran unsur-unsur jahat (tolak bala).



Beberapa pendapat orang Singkawang mengatakan bahwa Festival Tatung bermula dari kedatangan etnis Tionghoa di Nusantara pada 4 abad. Perkiraan suku Khek atau Hakka, dari Cina Selatan ke Pulau Borneo (sebutan untuk Kalimantan). Sultan Sambas penguasa Singkawang kala itu mempekerjakan masyarakat pendatang pada pertambangan emas di Montedaro. Bertahun-tahun mereka tinggal didaerah Singkawang dan sekitarnya. Suatu ketika, masyarakat setempat terserang wabah penyakit. Kala itu, warga meyakini wabah penyakit disebabkan adanya roh jahat. Karena belum ada pengobatan kedokteran modern di sana, masyarakat Tionghoa pendatang itu kemudian mengadakan ritual tolak bala. Ritual ini, dalam bagasa Hakka disebut Ta Ciau. Ta Ciau ini lah yang menjadi cikal bakal tradisi Tatung di Singkawang.
Selain itu masih banyak cerita yang beredar. Saya ambil versi ini aja. Kalau diceritakan semua malah bingung nanti ente. Kalau mau tau lengkap ceritanya datang aja ke Singkawang pas Cap Go Meh. Lihat dan rasakan sendiri keseruannya.


Tuh bos ada yang atraksi potong lidah juga, seru kan? Oh ya... biasanya ada beberapa sebab orang menjadi tatung. Pertama karena keturunan (tulang dewa), karena menuntut ilmunya, karena datang sendiri dan roh leluhur itu ingin mengikuti si tatung. Setelah sampai waktunya barulah tatung itu boleh mengikuti festival atau turun dalam perayaan Cap Go Meh.



Jadi tatung itu gak sembarangan, atau sekedar berucap "ting... jadi tatung" lalu langsung turun dan atraksi. Bisa-bisa celaka gan kalau kayak gitu. Setelah ada ciri menjadi tatung, pertama dia harus menunggu waktu dulu sampai diperbolehkan turun ke jalan. Setelah dianggap cukup sama orang yang membimbingnya, barulah ia turun. Atraksinya juga gak langsung tusuk pake benda besar atau berdiri diatas parang tajam, tapi mulai dari jalan sampai nantinya ia diperbolehkan melakukan atraksi yang lebih mengerikan.



Tuh kan tampilnya biasa aja, kalem, tapi menghanyutkan. Awas gagal fokus, tatung satu ini masih berdiri di atas parang tajam. Lihat kakinya menginjak parang khas Cina. Pokoknya kalau udah naik tandu, itu rata-rata tatung senior. Yang masih newbie kebanyakan jalan kaki gan.



Tatung itu bukan hanya warga Thionghoa saja, Tatung Dayak juga ada dan kebanyakan mereka termasuk tatung yang disegani. Biasanya roh yang merasuki adalah roh leluhur setempat yang diyakini masyarakat mempunyai ilmu yang sangat kuat, dari ilmu pengobatan sampai ilmu pengasihan. Gak percaya? makanya datang dan buktikan sendiri fenomenanya.



Ada juga tatung turun bersamaan. Biasanya tatung ini merupakan keluarga atau seperguruan, dan kebanyakan si guru memimpin di depan arakan bersamaan tersebut. Itu mukanya hitam karena di kasih sesuatu ya gan. Jangan pikiran negatif dulu. Yang jelas kalau udah selesai orangnya lumayan ganteng bos.



Ada juga yang atraksi silat Cina dengan pakaian kebesaran panglima perang. Kebanyakan jurus yang keluar diyakini adalah jurus roh nenek moyang yang merasuki si tatung. Kalau roh yang merasukinya mempunyai jurus macan, ya silatnya jurus macan gan. Oh ya... jarang ada jurus mabuk ya, karena roh yang masuk roh baik dan dipercaya jarang minum minuman keras. heee



Tatung itu bukan hanya golongan tua, tapi dari remaja dan anak-anak juga ada. Masalah tingginya ilmu itu tergantung kekuatan dan kebersihan pikiran si tatung itu sendiri. Selanjutnya ditentukan juga roh yang masuk itu golongan tinggi atau rendah. Beda roh yang masuk itu bangsawan dan orang biasa. Terakhir bakatnya si tatung itu sendiri yang bisa menentukan ia cepat turun mengikuti festival dan disegani.



Kadang kostum yang dikenakan juga tergantung kemauan rohnya dan menyesuaikan kedudukan roh itu sendiri. Lihat aja gan baju kebesarannya juga mewah dan penuh dengan nilai artistik yang membumi. Oh ya, kalau masyarakat Thionghoa didominasi warna merah, karena dipercaya bisa mengusir roh jahat dengan warna tersebut. Dalam baju mereka biasanya terselip pelengkap badan (jimat) untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, baik itu gangguan dari roh jahat, atau serangan dari orang yang iseng.



Ini salah satu tatung Dayak yang cukup disegani. Aksesoris itu kebanyak berfungsi sebagai penjaga badan dan sekaligus buat melengkapi penampilan gan. Jangan pikiran negatif ya, karena pada saat melakukan atraksi potong leher ini tatungnya gak sadar, masih di bawah pengaruh roh yang merasuki raganya.



Oh ya... yang jadi tatung bukan hanya kaum lelaki, ada juga tatung perempuan. Kahidupan kesehariannya secara normal, mungkin ia ibu rumah tangga yang manis dan baik hati, tapi ketika panggilan tatung itu mengharuskan ia untuk turun, maka dia tidak bisa menolaknya. Saat itu ia adalah perempuan perkasa dibalik kelembutannya.



Ini nih penampilan tatung kayak di film-film kungsu klasik, sangat menarik dan paling gaya kan gan. Suatau fenomena budaya tatung yang masih lestari hingga sekarang dan menjadi kebanggan Kalimantan Barat. Pokoknya kalau ngomongin Festival tatung terbesar, ya festival tatung dingkawang kalbar. Bahkan ada beberapa pendapat kalau tradisi pawai tatung ini sudah tidak dilaksanakan lagi di daerah asalnya, yaitu di Cina sana. Orang Thionghoa dari negeri asalnya aja ada yang datang gan kalau Cap Go Meh, hanya untuk melihat festival tatung Singkawang.



Tuh kan kota Singkawang bergelar kota seribu klenteng menjadi lautan manusia. Orang dari mana aja tumpah ruah di kota Singkawang pas festival tatung. Jadi jangan heran kalau anda pesan penginapan sebulan sebelumnya, penginapan udah banyak dibooking turis luar.
Tapi jangan khawatir, saya punya akses tempat yang lebih enak dan kekeluargaan, dan kami mempunyai jaringan besar di sana. Insya Allah kalau mau kesana nginap, makan, transportasi anda sudah tersedia. Jadi kapan mau Lihat Festifal Tatung Singkawang? Jangan lupa hubungi kami. 



Foto by Abdillah selalu dan Lanang Bagus Prasetyo

Tambahkan Komentar Sembunyikan

UPDATE VIA EMAIL

© 2017 Planet Borneo - Template Created by goomsite And Otomologi- Proudly powered by Blogger